3 Tahun Jadi Organisasi Nirlaba Non Profit, PYC Eksis Beri Sumbangan Berbagai Sektor

romi
3 Tahun Jadi Organisasi Nirlaba Non Profit, PYC Eksis Beri Sumbangan Berbagai Sektor
Para Pengurus PYC di Jakarta/ ril

Jakarta, HanTer - Berawal dari koleksi berjumlah 15 ribu buku referensi, dokumen, dan informasi serta berbagai koleksi lukisan dan cindermata yang dikumpulkan  menjadikan ide kreatif keluarga Purnomo Yusgiantoro. 

Buktinya, dari buku-buku itu terbentuklah Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) yang kini memasuki usia tiga tahun.
“Dilandasi keinginan untuk memberikan sumbangan pemikiran dalam sektor energi & sumberdaya alam, dan sektor pertahanan & keamanan, dan melestarikan nilai-nilai sosial budaya bangsa Indonesia, PYC berkembang menjadi organisasi nirlaba (non-profit) dan independen yang bergerak dalam lingkup penelitian sektor energi & sumberdaya alam, dan sektor pertahanan & keamanan, serta kegiatan sosial budaya pada skala lokal, nasional, maupun global,” kata Purnomo Yusgiantoro di Jalan Wijaya IX Jakarta Selatan, Sabtu (22/6/2019).

Pada kesempatan tersebut PYC memperkenalkan Data Center dan penerbitan buku terbaru terbitan PYC, yakni Ekonomi Energi: Teori dan Aplikasi (2018), yang ditulis bersama dengan Prof Purnomo Yusgiantoro PhD. 

Buku ini merupakan penyempurnaan dari buku sebelumnya yaitu Ekonomi Energi: Teori dan Praktis (2009), dapat dijadikan referensi bagi para peneliti dan praktisi di sektor energi.

“Selain itu, kami juga membangun data center atas bantuan adik-adik peneliti. Saya sendiri sudah membuat buku berjudul Jasmerah: Menguak Masa Transisi ESDM (2000-2009),” terangnya.

Tak ketinggalan, Prof Purnomo Yusgiantoro PhD pun memperkenalkan Ketua Dewan Pembina PINKAN (Persatuan Insan Kolintang Nasional Indonesia) Indonesia Lis Purnomo, Pembina PYC Luky A. Yusgiantoro, Ketua Umum PYC Filda C. Yusgiantoro PhD, dan Pengawas PYC Inka B. Yusgiantoro PhD.

Sedangkan, Ketua Umum PYC Filda C. Yusgiantoro PhD mengatakan dalam perjalanannya PYC telah berkontribusi dan turut serta dalam mengawal perkembangan sektor energi dan sumber daya alam baik di dalam maupun luar negeri.

Bukan itu saja, PYC juga menjalin kerja sama sinergis dengan Universitas Pertahanan (Unhan) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) melakukan studi strategis wilayah terdepan NKRI di Natuna, Kepulauan Riau. Selain itu, PYC mendukung penyelenggaraan Festival Mahasiswa ITB (IPFest) dalam meningkatkan prestasi mahasiswa Indonesia.

“Sudah banyak yang kami lakukan, diantaranya pada 2017, PYC menyelenggarakan konferensi energi internasional (International Energy Conference, IEC) yang pertama, dan yang kedua tahun ini akan diselenggarakan bulan November 2019. Bahkan PYC aktif diundang untuk memberikan pandangan dalam lingkupnya di berbagai perguruan tinggi, dan lembaga pengkajian Lemhannas dan Wantannas,” terang Filda.

Sementara, di bidang sosial budaya, PYC mendukung penuh upaya PINKAN Indonesia (Persatuan Insan Kolintang Nasional Indonesia) menjadikan alat musik ansambel kolintang dari Minahasa Sulawesi Utara, sebagai warisan budaya tak benda di UNESCO. 

PYC bersama dengan PINKAN Indonesia aktif menampilkan kolintang antara lain di Sydney Opera House Australia; di New Jersey, PBB dan Smithsonian Amerika; di Imperial Hotel Tokyo dalam rangka 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia – Jepang; dan Pagelaran kesenian Nusantara bersama dengan Jaya Suprana School of Performing Arts di KBRI Bangkok. 

Disamping itu, setiap tahun dalam rangka menyongsong peringatan hari kemerdekaan Indonesia PYC menyelenggarakan lomba catur junior, dan aneka ragam kegiatan sosial seperti kunjungan ke panti jompo Bekasi, vaksinasi difteri dan pemeriksaan mammografi.

Pengawas PYC Inka B. Yusgiantoro PhD mengungkapkan selama ini PYC sebagai organisasi penelitian di sektor energi dan sumber daya alam, memahami bahwa ketersediaan dan kelengkapan data memiliki peranan penting dalam memahami kondisi dan perkembangan sektor energi & sumber daya alam.

Di tempat sama, Pembina PYC Luky A. Yusgiantoro PhD, menyampaikan buku terbaru terbitan PYC yaitu Ekonomi Energi: Teori dan Aplikasi yang dirilis tahun 2018. Buku itu ditulisnya bersama dengan Prof Purnomo Yusgiantoro PhD.
 

#PYC   #Eksis   #Sumber   #Energi