Belanda dan Jerman Siap Bantu Indonesia Perangi Resistensi Antibiotik

Arbi/Ant
Belanda dan Jerman Siap Bantu Indonesia Perangi Resistensi Antibiotik
ilustrasi. (Ist)

Jakarta, HanTer - Menteri Kesehatan Belanda Bruno Bruins dan Ketua Delegasi Jerman menyampaikan dukungannya kepada Pemerintah Indonesia dalam upaya memerangi resistensi antibiotik (Antimicrobial Resistance/AMR) melalui Program Twining AMR.

Dalam keterangan tertulis Kementerian Kesehatan RI, Sabtu (22/6/2019), Belanda juga menyatakan siap bekerja sama dengan Indonesia. Hal itu tertuang dalam nota kesepahaman dan rencana aksi.

"Belanda mengapresiasi kinerja Indonesia dalam penanganan AMR dan dengan telah ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MoU) Bidang Kesehatan dengan Plan of Action (PoA) yang mencakup program kerja sama AMR, Belanda siap menyelenggarakan Program Twinning AMR dengan Indonesia," kata Bruno Bruins.

Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua Delegasi Jerman pada Working Luncheon konferensi bahwa Jerman sangat mengharapkan kerja sama konkret dengan Indonesia melalui Program Twining AMR.

Program Twinning AMR merupakan salah satu capaian Konferensi Tingkat Menteri AMR ke-2 yang diciptakan sebagai sarana untuk memungkinkan negara-negara dapat mengadakan kerja sama bilateral dalam penanggulangan AMR.

Implementasi Program Twinning dapat berupa dukungan sumber daya baik perencanaan program, bantuan teknis dan pembangunan kapasitas atau membangun inisiatif bersama pada tingkat global.

Menteri Kesehatan RI, Nila F. Moeloek menyambut baik tawaran Program Twinning AMR dari Belanda dan Jerman tersebut dan mengharapkan bahwa program ini dapat dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan untuk memajukan dan meningkatkan koordinasi multi-sektor dalam memerangi AMR di Indonesia.

Lebih lanjut Menkes RI mengharapkan bahwa Program Twinning AMR Indonesia dengan Belanda dan juga Jerman bisa menjadi momentum peningkatan upaya penanggulangan AMR di Tanah Air.

Menkes Nila juga menjabarkan meskipun terdapat kemajuan yang diapresiasi oleh sejumlah negara, namun Indonesia masih harus bekerja keras untuk menangani AMR yang masih cenderung meningkat.

"Diperlukan kerja sama multi-sektor dengan pendekatan One-Health mulai dari peningkatan kepedulian tenaga kesehatan, baik kesehatan manusia dan hewan serta lingkungan dan pangan," kata Nila.

Selain itu juga perlu kepedulian masyarakat, penguatan legislasi dan penegakan hukum, peningkatan dukungan anggaran yang berkelanjutan, laboratorium dan surveillance, serta fasilitas pelayanan kesehatan.