Libur Lebaran, Fasilitas Kesehatan Harus Tetap Siaga

Alee
Libur Lebaran, Fasilitas Kesehatan Harus Tetap Siaga
ilustrasi. (Ist)

Jakarta, HanTer - Sudah menjadi agenda rutin Rekan Indonesia selama libur lebaran dengan melakukan patroli ke Puskesmas dan RSUD untuk memastikan bahwa pelayanan kesehatan tetap berjalan dan maksimal melayani warga.

Berawal pada tahun 2015 dimana pada saat libur lebaran banyak puskesmas dan RSUD yang tidak maksimal melayani warga. Dimana pada 2015 terjadi 2 peristiwa yaitu warga Rawajati mengalami kontraksi begitu di bawa ke puskesmas Kec. Pancoran ternyata puskesmasnya tutup.

Pelayanan kesehatan yang buruk ini juga terjadi pada warga Cengkareng yang menderita stroke dan membutuhkan pertolongan segera namun setelah 3 jam di IGD RSUD Cengkareng warga tersebut sama sekali tidak ditangani hingga akhirnya kritis dan meninggal dunia.

Naas saat itu warga cengkareng yang berprofesi sebagai Hansip tersebut akhirnya menghembuskan nafas terakhir tepat saat malam takbiran 2015.

Hal tersebut disampaikan oleh Martha Tiana Hermawan, Ketua Rekan Indonesia DKI dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu (2/6/2019).

"2015 itu benar benar tahun yang buram dimana pejabat kesehatan dari tingkat Puskesmas, RSUD, Sudin sampai Dinkes susah dihubungi." jelas Tian panggilan akrabnya.

Di tahun 2015 juga terdapat kasus 20 pasien dipulangkan paksa oleh perawat di RSUD. Padahal banyak pasien yang kondisinya sangat membutuhkan perawatan. Pasien pasien ini dipaksa pulang setelah perawat membujuk pasien dengan alasan lebih baik lebaran kumpul di rumah dan perawat juga mau kumpul di rumah saat lebaran.

"Akhirnya jelang malam takbir sebanyak 11 pasien harus dibawa ke IGD karena mengalami drop saat di rumah." Ungkap Tian.

Untuk tahun 2019 Ini, Tian menjelaskan bahwa Rekan Indonesia kembali membentuk tim patroli pelayanan kesehatan di 5 wilayah DKI Jakarta. Tim ini akan berkeliling ke puskesmas kecamatan dan RSUD untuk memastikan bahwa pelayanan tetap buka selama libur lebaran.

"Selain untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap buka. Tim patroli ini juga dapat berfungsi melakukan pendampingan kepada warga jika mendapat kesulitan di RSUD" papar Tian.

Tian mengatakan bahwa tahun 2019 ini tim patroli Rekan Indonesia juga akan mengawasi penyelengara unit hemodialisa di RS. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pasti ada rumah sakit yang menghentikan pelayanan cuci darah saat lebaran. Ada yang mengganti hari, atau menambah shift.

"Ironisnya ada RS yang meliburkan tanpa mengganti hari lain, alias si pasien kehilangan satu kali kesempatan cuci darah dalam minggu itu." terang Tian

Tentu saja hal ini berdampak buruk dan mengacam keselamatan pasien. Banyak pasien menerima begitu saja karena takut atau juga tidak tahu harus berbuat apa jelas Tian.

Berikut call center tim patroli Rekan Indonesia :

1. DKI Jakarta: +628971442685.

2. Jakarta Selatan: +6285748953763 (WA dan SMS).

3. Jakarta Timur: +6285714544435.

4. Jakarta Barat: +6285811249179.

5. Jakarta Pusat:  +6281574963762

6. Jakarta Utara:, 0895620005153 (telp dan sms)