Mudik Lebaran 2019

DISHUB Kalsel Minta Pemudik Waspadai 54 Titik Rawan Kecelakaan

Ant
DISHUB Kalsel Minta Pemudik Waspadai 54 Titik Rawan Kecelakaan
Rapat koordinasi mudk Lebaran 2019 Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan

Banjarmasin, HanTer - Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan Rusdiansyah meminta seluruh pemudik untuk mewaspadai 54 titk rawan kecelakaan yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut.

Menurut Rusdiansyah di Banjarmasin, Jumat (31/5/2019), berdasarkan pemaparan rencana operasional angkutan Lebaran Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayh XV Kalsel, disebutkan terdapat 54 titik rawan kecelakaan.

Lokasi rawan kecelakaan tersebut antara lain, di Kabupaten Barito Kuala terdapat dua titik rawan, kemidian Banjarmasin, empat titik, Banjarbaru, satu titik, Tanah Bumbu tiga titik dan Kotabaru, tiga titik.

Selanjutnya, Kabupaten Tabalong empat titik, Hulu Sungai Tengah, empat titik, Tanah Laut, tujuh titik, Hulu Sungai Selatan, tujuh titik, Tapin, tujuh titik, Balangan, dua titik, Hulu Sungai Utara dua titik dan Kabupaten Banjar, enam titik lokasi.

Mengantisipasi dan membantu pemudik dalam menghadapi berbagai kemungkinaan yang terjadi di jalan, tambah Rusdiansyah, tim telah menyiapkan Posko yang terbagi dalam tiga wilayah.

Wilayah I di Kabupaten Tabalong, Wilayah II di Kintap Kabupaten Tanah Laut dan wilayah III di Liang Anggang, Lingkar Selatan dan Anjir Pasar/Andil Bhakti.

Selain itu, Posko juga dibangun oleh tim dari masing-masing kabupaten dan kota di Kalsel. "Posko arus mudik juga dibangun di pelabuhan, bandara maupun di terminal Kilometer Enam," katanya.

Selain rawan kecelakaan, berdasarkan data tahun-tahun sebelumnya, berapa daerah di Kalsel juga rawan longsor antara lain Jalan Raya Pegunungan antara Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) ke Batu Licin, yang melintasi Kecamatan Loksado, HSS.

Kemudian Kecamatan Miawa Kabupaten Tapin, Kecamatan Peramasan/Sungai Pinang, Kabupaten Banjar, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu.

Selanjutnya, jalan Raya Pegunungan antara Tanjung ke Balikpapan, yang melintasi Kecamatan Jaro dan Muara Uya Kabupaten Tabalong dan jalan desa di Kecamatan Hantakan dan Batang Alai Timur Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Selain longsor, beberapa daerah di Kalsel, juga menjadi daerah rawan abrasi pantai, terutama di daerah pesisir seperti di Kabupaten Tanah Bumbu dan di beberapa kecamatan di Kabupaten Banjar.