Pengurus Baru PWI Jaya 2019 - 2024 Gelar Buka Puasa Bersama di Nendia Primarasa

Hermansyah
Pengurus Baru PWI Jaya 2019 - 2024 Gelar Buka Puasa Bersama di Nendia Primarasa
Kepengurusan baru PWI DKI Jakarta periode 2019 - 2024, saat melakukan kegiatan berbuka puasa bersama di Nendia Primarasa

Jakarta, HanTer - Berbekal kekompakan dan soliditas, kepengurusan baru Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DKI Jakarta periode 2019 - 2024, mengawali kiprahnya dalam berorganisasi melalui berbuka puasa bersama tepat di hari ke-12 Ramadhan yang berlangsung di Nendia Primarasa, Jl. Bina Harapan, Pancoran Jakarta Selatan, Jumat (17/5/2019).  

Dalam kesempatan yang penuh dengan kekeluargaan itu, turut hadir Ketua PWI Pusat Atal S Depari, Ketua Komisi Kompetensi PWI Pusat Kamsul Hasan, Ketua PWI Jaya terpilih periode 2019 - 2024 Sayid Iskandarsyah, Ketua Dewan Kehormatan PWI Jaya Diapari Sibatangkayu, Dewan Penasehat, serta jajaran pengurus baru PWI Jaya.

Mengawali sambutannya, Ketua PWI Jaya Sayid Iskandarsyah mengatakan jika momen berbuka puasa ini sangatlah penting, lantaran terjadinya interaksi silatuhrahmi sesama pengurus baru, saling mengenal satu sama lain mengingat dalam struktur yang ada, sudah terwakili media-media yang ada di Jakarta.

Sayid juga memperkenalkan satu persatu nama pengurus yang sudah diajukan kepada PWI Pusat, dari mulai Dewan Penasehat, Dewan Kehormatan, Pengurus Harian, serta Seksi-seksi. Kepengurusan baru, yang nantinya setelah dilantik siap bekerja untuk memajukan PWI Jaya untuk durasi lima tahun kedepannya.

Pada bagiannya, Ketua PWI Pusat Atal S Depari bernada sama, di mana susunan kepengurusan PWI Jaya yang baru ini, menurutnya sudah mewakili berbagai media massa yang ada di DKI Jakarta. Untuk itu tinggal bagaimana kolaborasi diantara pengurus kedepannya untuk kemajuan PWI Jaya ini.

"Saya menaruh harapan besar kepada kepengurusan yang baru ini, di mana PWI Jaya harus lebih berjaya lagi," paparnya.

Selain itu, Atal juga menyinggung mengenai kepengurusan Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Jaya, dimana ia meminta agar IKWI Jaya dihidupkan kembali, sehingga memiliki kegiatan-kegiatan bagi keluarga wartawan.