RSU Pengayoman Cipinang Berikan Pelayanan Terbaik Kepada WBP

Danial
RSU Pengayoman Cipinang Berikan Pelayanan Terbaik Kepada WBP
ilustrasi. (Ist)

Jakarta, HanTer - Rumah Sakit Umum (RSU) Pengayoman Cipinang yang berlokasi di Jln. Raya Bekasi Timur No.170 B, Kecamatan Jatinegara Kotamadya Jakarta Timur sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI.

Hal ini disampaikan Kepala RSU Pengayoman, dr. Danial Rasyid, MPH yang menjelaskan tugas dan fungsi yakni di bidang pelayanan dan perawatan kesehatan untuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), deteni imigrasi, pegawai Kemenkumham dan keluarganya serta masyarakat umum.

"Sesuai izinnya RSU ini, salah satu bagian pelayanan dan perawatannya adalah narapidana, tahanan, anak didik pemasyarakatan, klien pemasyarakatan dan deteni imigrasi," ujar dokter Danial kepada Harian Terbit di Jakarta, Selasa (19/3/2019).

RSU Pengayoman memiliki ruangan Poliklinik rawat jalan IGD untuk masyarakat umum dan pegawai, ruangan instalasi pelayanan pemeriksaan penunjang diagnosa (Radiologi, Lab), Ruangan instalasi Fisioterapi, program TB (TB murni, TB-HIV, TB MDR), Ruang program HIV, program Hepatitis dan Ruang program Rehabilitasi medik bagi korban penyalahguna narkotika, serta ruangan-ruangan instalasi penunjang RS. Juga tersedia ruangan-ruangan rawat inap pasien dengan 100 tempat tidur yang terdiri dari 3 kelas yaitu; kelas 1, kelas 2 dan kelas 3.

Sementara Lantai 1 dan 2 terdapat ruangan-ruangan rawat inap pasien WBP (berjumlah 88 tempat tidur, yang terbagi 2 area, area 1 sebelah kanan pintu masuk sebagai ruangan-ruangan rawat inap pasien WBP dengan penyakit infeksi menular langsung, area 2 sebelah kiri pintu masuk untuk pasien WBP dengan penyakit infeksi tidak menular. Untuk ruangan IGD pasien-pasien WBP, ruangan ICU, dan ruangan pengamanan berada di lantai 1.

Di Gedung 2 ini dilengkapi dengan tenaga piket pengamanan 24 jam, sarana dan aturan pengamanan sebagaimana layaknya yang berlaku di UPT Lapas dan Rutan, seperti; Gerbang masuk dengan 2 pintu masuk (pemeriksaan dengan alat detektor dan penggeledahan) yang harus dilalui sebelum tiba di areal steril keamanan.

Menurut dr Danial, minimal sekali seminggu dilaksanakan penggeledahan dan pemeriksaan test urine untuk Narkoba kepada pasien-pasien WBP, setiap hari saat dilakukan visite dokter juga dilakukan pemeriksaan pemilikan HP dan pada ruang pengamanan, pintu masuk, selasar ruang-ruang rawat inap dilengkapi dengan CCTV.

Khusus untuk penggunaan alat komunikasi bagi pasien-pasien yang akan menghubungi keluarganya disediakan tempat khusus pada ruang locker penyimpanan barang2 pasien di areal pintu gerbang ke 2 di depan ruang pengamanan.

Khusus untuk penanganan pasien WBP sangat berbeda dengan masyarakat umum karena untuk pasien WBP ada beberapa aturan Pemasyarakatan yang tetap harus dipatuhi oleh pasien-pasien WBP (aturan ini tidak diterapkan untuk pasien masyarakat umum dan pegawai sebagai peserta BPJS kesehatan).

"Pasien WBP saat rujukan harus dikawal oleh staf pengamanan kami atau bantuan pengamanan dari UPT asal pasien WBP tersebut, tenaga paramedis, bantuan pengawalan pengamanan dari pihak kepolisian serta tidak diperkenankan mampir kemanapun selain RS Rujukan yang dituju sesuai dengan surat rujukan dan surat perintah kepala RSU PC kepada petugas yang mengawal," papar dokter Danial.

Selain itu, terkait dengan adanya sangkaan bahwa ada 1 orang pasien WBP kami rujuk dan mendapatkan fasilitas mewah di RS rujukan yang dituju itu tidak benar. "Karena pasien yang WBP yang dimaksud tidak pernah kami rujuk untuk rawat inap (hanya rawat jalan) di RS Rujukan dan pelayanannya di tempat rujukan sama dengan pelayanan masyarakat umum yaitu di Poliklinik. Mereka tetap antri, selesai pemeriksaan dan pasien harus kembali ke RSU PC hari itu juga," ungkap dokter Danial.

RSU Pengayoman saat ini menjadi RS tempat rujukan pasien masyarakat umum beberapa Puskesmas di Wilayah Jakarta Timur, pasien Hepatitis C, kasus HIV-AIDS dan TB MDR. RS ini juga menjadi rujukan rawat inap dari Lapas seluruh Indonesia untuk penyakit2 ; TB MDR, TB XDR , TB- HIV AIDS.

Dr Danial mengakui bahwa RSU Pengayoman masih memiliki banyak keterbatasan dalam hal kelengkapan sarana pelayanan dan SDM dokter spesialis, tetapi saya dan seluruh teman-teman yang bertugas di RSU ini telah berusaha maksimal mengoptimalkan semua layanan yang kami miliki saat ini sesuai aturan dan UU yang berlaku serta surat edaran dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan.

“Tahun 2019 ini RSU Pengayoman akan berbenah kedepan, karena anggaran Revitalisasi telah disetujui oleh Bpk. Menteri hukum dan HAM saat ini, ibu Dirjen Pemasyarakatan dan segera dalam waktu dekat akan diberikan ke RSPC. Alhamdulillah kebijakan ini akhirnya didapatkan juga oleh RSPC berkat dukungan bapak Menteri, Ibu Dirjen dan bapak Kakanwil Kemenkumham DKI Jakarta," pungkas dokter Danial Rasyid. (Danial)