Di Grand Maerokoco, Menpar Paparkan 3 Produk Kemenpar

Hermansyah
Di Grand Maerokoco, Menpar Paparkan 3 Produk Kemenpar
Menpar Arief Yahya

Semarang, HanTer - Menteri Pariwisata Arief Yahya melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Semarang, Jawa Tengah. Mengawali kunker, Menpar mengajak Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Jawa Tengah berdiskusi terkait pariwisata di Grand Maerokoco, Jumat (4/1). Menpar juga memaparkan 3 produk Kemenpar.

Menpar Arief Yahya mengunjungi Semarang didampingi Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Rizki Handayani Mustafa dan rombongan GenPI Nasional. Di kesempatan ini Menpar menjabarkan 3 produk Kemenpar untuk milenial. Yakni Wonderful Startup Academy, Nomadic Tourism, Destinasi Digital. "Untuk mengubah dunia secara radikal ada dua cara regulasi, atau teknologi. Kita memilih teknologi digital untuk pariwisata agar kita menguncang dunia," ujar Arief Yahya.

Pria asal Banyuwangi ini kembali menegaskan, teknologi digital untuk pariwisata menjadi sebuah keniscayaan. Suka atau tidak suka, bila ingin memenangkan persaingan, wajib menggunakan digital. Dia juga memberikan arahan kepada Grand Maerokoco agar menggunakan digital sebagai promosi. "Sudah saatnya setiap destinasi wisata menggunakan digital sebagai materi promosinya. Look Book Pay harus diperhatikan oleh para pelaku destinasi," kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya mengungkapkan, saat ini 5 company terbesar di dunia adalah Digital Company, dan Industri pariwisata harus digital. Wonderful Start Up Academy, Destinasi Digital dan Nomadic Tourism adalah 3 produk pariwisata yang mengikuti tren bisnis digital.

"Wonderful Startup Academy ini untuk menciptakan ekosistem agar Indonesia menjadi destinasi wisata utama mancanegara. Program ini memberikan edukasi, knowledge sharing, mentoring hingga validasi terhadap market maupun bisnis. Juga menjadi akses kepada pemangku kebijakan, sesama pelaku bisnis pariwisata maupun konsumen langsung," terangnya.

Peserta Wonderful Startup Academy akan mendapat pendampingan satu bulan di co-working (creative camp). Fase ini akan ada Hackathon untuk programer, marketer, manager dan arahan Dewan Penasehat. "Lalu ada inkubasi selama satu bulan dalam bentuk validasi pelanggan, produk dan nilai bisnis. Dilanjutkan akselerasi selama satu bulan validasi nilai dalam bentuk komersialisasi menggunakan metode 1 on 1 mentoring, demo day dan graduation," paparnya.

Banyak keuntungan yang akan didapatkan peserta dalam Wonderful Startup Academy ini. Yakni pembinaan dari para mentor yang berasal dari kalangan pelaku bisnis, pemerintahan dan akademisi. Mereka dipastikan sangat mengerti dunia startup dan industri kecil menengah yang berfokus pada sektor pariwisata. "Peserta juga mendapatkan berbagai macam knowledge dari sesi yang diisi para CEO perusahaan ternama di Indonesia. Ini adalah kesempatan berharga," kata Menpar Arief Yahya.

Begitu juga Nomadic Tourism. Menurut mantan Dirut PT Telkom ini adalah Solusi Sementara Sebagai Solusi Selamanya (5S). Benchmark-nya di bidang telekomunikasi berupa lahirnya nomor pre-paid. "Melihat Nomadic Tourism ini seperti Telkomsel yang mengembangkan Pre-Paid. Dahulu Pre-Paid ini didesain sementara. Tapi, sekarang justru menjadi solusi selamanya. Pelanggan Telkom itu 98% Pre-Paid Service. Dan, hal ini yang akan terjadi dengan divulasi Nomadic Tourism di masa depan," terang Menpar Arief Yahya.

Dia menambahkan, Nomadic Tourism dengan mobilitas tingginya, merupakan sebuah strategi paling efektif untuk pengembangan destinasi wisata baru. Sebab itu dia menargetkan Nomadic Tourism segera lahir dan diimplementasikan. Terutama di kawasan Badan Otorita Danau Toba dan Badan Otorita Borobudur.

"Potensi market Nomadic Tourism secara global juga sangat besar. Proyeksi nilainya sebesar kurang lebih 30 Miliar US Dollar," ungkap Menpar Arief Yahya.
Menpar Arief Yahya juga mengapresiasi destinasi digital yang diciptakan anak-anak GenPI. Selama 2018, sudah tercipta sebanyak 62 pasar digital. Dan terbukti, Pasar digital ini menghasilkan commercial value dan creative value.

"Destinasi Digital hingga tahun 2018 sudah mencapai 62 pasar, 5 dari program 2017, 57 dari program 2018. Tahun 2019 akan diusahakan selesai 100 pasar. Dari 62 Destinasi Digital itu sudah meraup omset total 4 miliar," sebutnya.