Paradigma Baru Perpustakaan, Syarif Bando: Layanan Berbasis Inklusi Sosial

- Jumat, 25 November 2022 | 20:54 WIB
Syarif Bando (ist)
Syarif Bando (ist)


HARIANTERBIT.com – Sejauh ini literasi tidak hanya menyoal baca dan tulis, tapi juga harus memahami makna yang terkandung di dalamnya. Jika sudah dipahami, maka tahapan berikutnya yakni melakukan kreativitas dan inovasi sehingga tercipta produk barang maupun jasa.

“Itulah manifestasi dari konsep lima tingkatan literasi yang sesuai dengan konsep paradigma baru perpustakaan, yakni transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial,” kata Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando pada kegiatan Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat (PILM) dan Pengukuhan Bunda Literasi Kota Batam, Jumat (25/11/2022).

Paradigma baru perpustakaan saat ini tidak lagi berfokus pada mengelola koleksi mau pun mengelola pengetahuan melainkan proses transfer ilmu pengetahuan (transfer knowledge). Perpustakaan mesti lebih banyak melakukan pendampingan dalam aktivitas masyarakat.Baca Juga: Melirik Peran Asam Amino untuk Olahraga dan Cegah Cedera

“Tidak ada gunanya buku banyak di perpustakaan kalau masyarakat masih kesulitan dan tidak tahu harus berbuat apa. Jadi, buku di perpustakaan memang harus dibawa ke luar dan dimanfaatkan ilmunya kepada masyarakat,” terangnya.

Di negara maju, perpustakaan sudah dianggap sebagai jantung pendidikan. Tentu bukan tanpa alasan, mengingat masyarakat yang sekolah belum tentu membaca, sedangkan mereka yang membaca sudah pasti sekolah.

Sementara itu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan visinya sebagai Wali Kota adalah menjadikan Kota Batam sebagai kota madani yang modern, sekaligus salah satu kota dengan pertumbuhan ekonomi terbesar di Indonesia.

Namun, ia mengingatkan harapan tersebut hanya dapat terwujud dengan SDM yang berkualitas unggul serta dukungan dari pemerintah.

“Saat ini memang secara income perkapita Indonesia masih tertinggal dari Singapura. Kondisi ini bisa kita ubah dengan meningkatkan literasi,” tegas Rudi.Baca Juga: Ikut Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, BBW Gelar Bazar Buku Murah

Selain itu, Wali Kota Batam juga mengukuhkan Bunda Literasi Kota Batam Periode 2022-2024, Marlin Agustina. Pengukuhan ini merupakan langkah awal terbangunnya sinergitas dalam rangka menumbuhkembangkan semangat literasi masyarakat. Karena literasi tidak hanya berarti kemampuan menulis dan membaca, namun merupakan kemampuan individu dalam mengelola informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidup.

Sebagai bunda literasi terlantik ia mengaku akan memfokuskan pengembangan budaya literasi sejak dini. Anak adalah harta nyata bangsa yang jika dijaga dengan baik, maka sumber daya manusia (SDM) unggul yang berkualitas dan berkarakter untuk Indonesia Emas pada 2045 akan tercapai.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Terkini

Kelebihan Wireless Charger dengan Magnetic Cooler

Kamis, 26 Januari 2023 | 18:54 WIB

STIE Indonesia Jakarta Selenggarakan Wisuda ke 50

Minggu, 22 Januari 2023 | 16:50 WIB

Gong Xi Fa Cai 2023

Minggu, 22 Januari 2023 | 11:58 WIB
X