• Selasa, 29 November 2022

BPOM Didesak Percepat Pelabelan Galon Guna Ulang

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 10:13 WIB
sejumlah massa mendesak agar BPOM segera mempercepat pelabelan galon guna ulang (Safari)
sejumlah massa mendesak agar BPOM segera mempercepat pelabelan galon guna ulang (Safari)

HARIANTERBIT.com - Kesehatan puluhan juta masyarakat sebagai konsumen air minum dalam kemasan (AMDK) galon jadi pertaruhan. Ngototnya pengusaha menolak rancangan regulasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang akan melabeli galon polikargonat berbahan Bisphenol A (BPA), dinilai lebih mengutamakan profit bisnis sendiri ketimbang kesehatan konsumen AMDK di Indonesia.

Tak heran, sejumlah pakar dan organisasi lingkungan makin keras menyuarakan desakan agar BPOM segera mempercepat pelabelan galon guna ulang.

Sejumlah aktivis yang resah melihat perlawanan untuk menjegal regulasi pelabelan BPOM, kemudian bergerak membangun kampanye ‘Gerakan Percepatan Labelisasi BPA Kemasan AMDK’.

Baca Juga: Kasus Formula E Tak Ada Unsur Pidana, Pengamat: Jika jadi Alat Politik, Bubarkan KPK

Gerakan ini dimotori organisasi lingkungan seperti Net Zero Waste Management Consortium, Jejak Sampah, Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) dan Koalisi Pejalan Kaki. Langkah awal gerakan ini dilakukan dengan edukasi masyarakat melalui kampanye sosialisasi bertajuk “BP-A Labeling: Pencegahan Risiko Terpapar BP-A Kemasan AMDK” dalam bentuk Interactive Talk-Show, saat acara Car Free Day, Minggu, 2 Oktober 2022.

“Galon polikarbonat itu jumlahnya 96 persen dari seluruh galon yang beredar di Indonesia,” kata Sondang Widya Estikasari, Direktur Pengawasan Produksi Pangan Olahan BPOM, yang menjadi salah satu narasumber dalam acara tatap muka bersama masyarakat tersebut.

Artinya, masyarakat tak banyak diberi pilihan selain galon polikarbonat berbahan BPA. Sondang menekankan kembali bahaya BPA pada kesehatan manusia, dari berpotensi menyebabkan infertilitas, gangguan autisme, hiperaktif, bahkan obesitas. Dengan globalisasi dan temuan pada jurnal-jurnal kesehatan terbaru, banyak informasi yang dulu belum ditemukan, sekarang semakin bermunculan.

Baca Juga: Cerita Sedih Korban Selamat Tragedi Kanjuruhan: Kehilangan Suami dan Anak Usia 3,5 Tahun

BPOM juga harus meningkatkan perhatiannya,” ujar Sondang.

Hasil pengawasan BPOM sendiri menunjukkan bahwa tren migrasi BPA dari galon polikarbonat yang beredar sudah masuk tahap mengkhawatirkan. “Migrasi BPA yang sudah masuk tahap mengkhawatirkan itu ditemukan di hampir 47 persen dari produk di sarana peredaran dan 30,91 persen di sarana produksi yang kita sampling,” papar Sondang.

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

YPPLP Gelar Wisuda Tahfidz dan Khatam Al-Qur’an

Senin, 28 November 2022 | 17:16 WIB
X