• Kamis, 1 Desember 2022

Imbau Masyarakat Wujudkan Hidup Sehat, Waspadai Dampak Buruk Hipertensi

- Sabtu, 1 Oktober 2022 | 20:52 WIB
Narasumber seminar online bertajuk Waspadai Dampak Buruk Hipertensi & Tingkatkan Kesehatan Mental’ (ist)
Narasumber seminar online bertajuk Waspadai Dampak Buruk Hipertensi & Tingkatkan Kesehatan Mental’ (ist)


HARIANTERBIT.com – Hingga kini urusan natrium memiliki peranan penting yang dibutuhkan tubuh sebagai zat gizi esensial untuk berbagai mekanisme fisioligis seperti memastikan keseimbangan cairan tubuh dan juga berperan dalam mengatur fungsi otot dan syaraf.

Kelebihan maupun kekurangan (defisiensi) Natrium berisiko menimbulkan gangguan kesehatan. Kelebihan Natrium, dapat memunculkan berbagai penyakit degeneratif seperti hipertensi, stroke, gagal jantung, diabetes, dan lain lain. Jika kekurangan, maka efeknya adalah gangguan fungsi otot dan saraf, gangguan kontrol gula darah, gangguan kontrol cairan tubuh, dan gangguan penyerapan asupan gizi.Baca Juga: Dinyatakan Sehat dan Ditahan, Kuasa Hukum Beberkan Kondisi Putri Candrawathi Sebenarnya

Beranjak dari itu, PT Ajinomoto Indonesia bekerjasama dengan Inaviga Indonesia menggelar webinar bertajuk ‘Waspadai Dampak Buruk Hipertensi & Tingkatkan Kesehatan Mental’, sebagai upaya meningkatkan harapan hidup sehat masyarakat Indonesia melalui penyebarluasan fakta informatif tentang Bumbu Umami seperti Monosodium Glutamat (MSG). 

“Menyambut Hari Jantung Sedunia, webinar ini menjadi momen yang sangat pas untuk menyampaikan dampak buruk penyakit degeneratif hipertensi, yang menjadi outcome munculnya penyakit jantung. Sebenarnya ada banyak cara untuk mengurangi risiko hipertensi, mulai dari menjalankan gaya hidup sehat dengan asupan makanan bergizi seimbang, berolahraga teratur, menghindari kebiasaan merokok dan minuman alkohol, hingga yang cukup kompleks dengan menjalankan Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Namun, yang sederhana dan cukup mudah dilakukan adalah mengurangi asupan garam atau diet rendah garam, sebagai salah satu upaya yang esensial untuk mengurangi risiko hipertensi,” kata dr. Indra K. Muhtadi (Medical Doctor & Health Motivational Speaker) selaku narasumber, seperti keetrangan tertulis, Sabtu (1/10/2022).Baca Juga: Lewat Indonesia Millenial & Gen-Z Summit 2022, Ajinomoto Ajak Generasi Muda Hidup Sehat

Dikatakan dr Indra, bahwa garam sebenarnya penting bagi tubuh. Tubuh tetap memerlukan garam setiap harinya. Namun, apabila dikonsumsi secara berlebihan maka bisa menyebabkan penyakit degeneratif seperti hipertensi, hingga jantung dan stroke.

“Sebenarnya ada solusi yang cukup mudah yang bisa diterapkan sebagai upaya mengurangi asupan garam. Bila makanan sudah diberikan MSG, kita harusnya mengurangi garam.

Sebab, kandungan natrium dalam MSG hanya 1/3 dari kandungan natrium pada garam dapur biasa. Sehingga, asupan natrium (garam) kita berkurang, namun cita rasa makanan kita tetap enak. Sebenarnya sudah banyak penelitian dan jurnal ilmiah di luar negeri yang menyatakan ini,” jelasnya. 

Sedangkan, Public Relations Manager PT Ajinomoto Indonesia, Katarina Larasati menyampaikan pihaknya sedang menggiatkan kampanye Bijak Garam yang memang sejalan dengan anjuran Kementerian Kesehatan RI terkait pengurangan asupan Gula, Garam, Lemak (GGL) dalam konsumsi sehari-hari.

“Melalui kampanye Bijak Garam, kami ingin mengedukasi masyarakat tentang pentingnya diet rendah garam dan mengajak keluarga Indonesia untuk hidup lebih sehat dengan mengurangi asupan atau penggunaan garam dalam mengolah makanan, namun tetap bisa memperoleh cita rasa yang tinggi dengan menambahkan sumber umami seperti MSG,” katanya.Baca Juga: Referendum Jelang G20, Ukraina: Bukti Rusia Permalukan Diri

Ditambahkan Katarina, bahwa kampanye tersebut merupakan bukti untuk terus memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, dengan meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan keluarga Indonesia melalui produk dan layanan yang berkualitas tinggi.

“Untuk melihat detail menu Bijak Garam, dapat diakses melalui website Dapur Umami kami: https://www.dapurumami.com/page/bijak-garam,” tambahnya.

Sementara itu, Irma Gustiana M Psi menjelaskan tentang pentingnya menjaga kesehatan mental supaya dapat mengontrol tingkat stres dan terhindar juga dari berbagai penyakit.
“Sebenarnya pada intinya, semua klaster emosi itu mau yang positif ataupun negatif adalah wajar dirasakan semua orang, namun memang pada beberapa kasus emosi negatif yang lebih banyak dirasakan, terutama dikalangan anak maupun remaja,” katanya.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Terkini

Dosen UBL Latih UMKM Lebak Taklukkan Covid

Selasa, 29 November 2022 | 16:00 WIB

BKKBN Edukasi Filipina Atasi Kasus Stunting

Selasa, 29 November 2022 | 09:10 WIB

YPPLP Gelar Wisuda Tahfidz dan Khatam Al-Qur’an

Senin, 28 November 2022 | 17:16 WIB
X