• Sabtu, 10 Desember 2022

Din Syamsuddin di UM Kudus: Muhammadiyah Potensial Menjadi Gerakan Pencerahan Global

- Senin, 26 September 2022 | 19:45 WIB

HARIANTERBIT.com - Tema Muktamar Ke 48 Muhammadiyah & Aisyiah "Memajukan Indonesia, Mencerahkan Semesta", walau terkesan ideal bahkan utopis, namun relevan, penting, dan mendesak utk diwujudkan. Muhammadiyah untuk itu memiliki potensi besar, dan infrastruktur nilai yang kuat.

Demikian dikatakan Prof. Din Syamsuddin, Ketua Umum PP Muhammadiyah 2005-2015, dalam kuliah umumnya di Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU), Senin 26/9-22 pagi di Kudus. Kuliah Umum yg dihadiri Rektor UMKU Dr. Kusnoto, MKes, MEpid, Ketua BPH UMKU Drs. Syajad. MPD, dan 600an civitas akademia UMKU, pimpinan Muhammadiyah, yang memenuhi ruang dalam hingga keluar Aula.

Sesungguhnya Muhammadiyah, lanjut Din, sudah melaksanakan misi suci itu lewat gerakan pencerahannya seabad lebih. Dua dasawarsa terakhir, Muhammadiyah sudah go international, dengan membentu Cabang Istimewa di sekitar 30 negara, dan mempunyai tujuh organisasi saudara, yaitu organisasi bernama Muhammadiyah, dengan paham dan manhaj gerakan serupa, walau tidak memiliki hubungan organisatoris dengan Muhammadiyah di Indonesia.

Baca Juga: Presiden Jokowi Minta Lukas Enembe Kooperatif

"Lebih dari itu Muhammadiyah menjalin kemitraan strategis dengan sejumlah organisasi dan lembaga di mancanegara, dan mendirikan universitas/college di luar negeri," ujar Din dalam keterangan persnya, Senin 26 September 2022.

Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pondok Labu ini lebih lanjut mengatakan bahwa gerakan pencerahan Muhammadiyah penting dan urgen di tengah kerusakan akumulatif dalam peradaban dunia. Sistem Dunia yg memimpinkan kehidupan global terakhir ini, jelas Guru Besar FISIP UIN Jakarta ini, adalah sistem yg rusak karena bersifat antroposentristik atau berorientasi pada diri manusia (bukan berisfat teosentristik atau berorientasi pada Sang Pencipta), sehingga mendorong terjadinya kebebasan dalam berbagai aspek peradaban.

Sistem Dunia itulah yang harus diganti, dan peradaban dunia harus direkonstruksi dan direstorasi, dan Islam dapat menjadi solusi. Dalam kaitan inilah, menurut Chairman of World Peace Forum ini, Muhammadiyah potensial utk menjadi lokomotif perubahan dan perbaikan.

"Syaratnya adalah Muhammadiyah harus mampu memformulasikan Wawasan Islam Berkemajuan menjadi ideologi dan strategi peradaban yg operasional ke dalam sistem ekonomi, politik, dan budaya. Dalam kaitan ini, menurut Din mengutip ayat al-Qur'an Surah Ibrahim ayat 1, gerakan pencerahan harus bertumpu pada wahyu dan ilmu atau berorientasi pada pemahaman tentang ayat-ayat wahyu dan ayat-ayat semesta," kata dia.

Baca Juga: Kejaksaan Agung Targetkan Berkas Perkara Ferdy Sambo Rampung Pekan Ini

Untuk itu, Din Syansuddin mengharapkan Muktamar Muhammadiyah & Aisyiah, di Kampus UM Surakarta, 19-20 Nopember 2022 ini perlu memperjelas Wawasan Islam Berkemajuan, mempertajam kerangka strategis, dan meningkatkan fungsi organisasi menjadi organisasi modern yg menerapkan managemen perubahan (change management) dan kepemimpinan perubahan (change leadership).

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Gempa M6,1 Guncang Melonguane Sulut

Sabtu, 10 Desember 2022 | 04:30 WIB

Gempa M5,8 Guncang Sukabumi Jawa Barat

Kamis, 8 Desember 2022 | 08:06 WIB
X