• Selasa, 31 Januari 2023

Pertolongan Pertama pada Kasus Jantung Henti Mendadak

- Minggu, 25 September 2022 | 11:04 WIB
dr Doni Friadi Sp.JP (K) FIHA., dari Siloam Hospitals Jantung Diagram, Cinere, Depok.
dr Doni Friadi Sp.JP (K) FIHA., dari Siloam Hospitals Jantung Diagram, Cinere, Depok.

Doni Friadi mengatakan bahwa penanganan awal kondisi gawat darurat Henti Jantung Mendadak melalui tehnik RJP ( resusitasi jantung paru) atau dikenal dengan sebutan CPR, dilakukan sesegera mungkin bagi yang berkompetensi melakukannya.

"Kondisi  'jantung berhenti' ini adalah kondisi terburuk, tindakan resusitasi jantung paru dari si penolong yang terlatih dan cepat akan memperbesar kemungkinan jantung kembali bergerak atau berdetak sambil menunggu petugas medis, ambulan atau tiba di IGD rumah sakit", ungkap Doni Friadi.

Baca Juga: Organisasi Bayangan Nadiem Diduga Bebani Anggaran Negara

Penyebab Utama

Ia menjelaskan bahwa Henti Jantung Mendadak, dapat disebabkan berbagai hal. Secara umum henti jantung mendadak disebabkan adanya riwayat dari penderita penyakit jantung koroner. Pasien dengan kondisi 'Jantung membesar', kelainan di otot atau katup jantung bahkan adanya gangguan irama jantung.

"Kondisi penyakit Stroke perdarahan atau kondisi tenggelam atau benturan keras pada wilayah dada dapat menyebabkan terhentinya organ jantung berdetak. Faktor genetik atau keturunan turut mempengaruhi timbulnya kondisi jantung berhenti mendafdak. Pahami bahwasannya kondisi henti jantung mendadak dapat terjadi pada semua usia", tuturnya.

Baca Juga: SE Mendagri Tito Karnavian Pj Kepala Daerah Bisa Memecat dan Mutasi Banjir Kritik dari Parlemen

Pada pasien henti jantung mendadak yang terselamatkan tentunya, data menunjukan bahwasannya  sebagian besar mereka telah merasakan gejala gejala awal berupa : pusing, lemas, nyeri dada, sesak napas dan lainnya.  Bahkan dari hitungan minggu hingga satu bulan sebelumnya. Konsultasi dengan dokter spesialis melalui pola deteksi dini adalah keharusan.

"Kondisi pasien selamat dan stabil setelah henti jantung mendadak, tentunya tim dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mendiagnosa penyebab dan pemicunya. Antar lain dengan tes darah, rontgen dada, USG jantung, kateterisasi jantung dan beberapa tindakan medis lanjutan yang diperlukan lainnya, seperti : pemberian obat sesuai kriteria pemeriksaan listrik jantung (EP Study),  Implan alat kejut jantung ( ICD) , Angioplasti, bahkan sampai Operasi perbaikan dan Bypass jantung yang disesuaikan dengan kondisi pasien ", pungkas Doni.

Baca Juga: Menko Airlangga Tegaskan Konversi Kompor 3 Kg ke Listrik Tidak Tahun Ini

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gempa M5,6 Guncang Daruba Maluku Utara Dini Hari Tadi

Minggu, 29 Januari 2023 | 06:12 WIB

Kelebihan Wireless Charger dengan Magnetic Cooler

Kamis, 26 Januari 2023 | 18:54 WIB
X