• Jumat, 9 Desember 2022

Tim Hibah PKM UHAMKA Laksanakan Pelatihan Pengelolaan Sampah Organik

- Senin, 19 September 2022 | 17:24 WIB

HARIANTERBIT.com - Dalam rangka pelaksanaa hibah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) 2022 dari Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Perguruan Tinggi (Kemenristek-dikti) dengan tema Pelatihan Pengelolaan Sampah Organik menggunakan larva lalat tentara hitam (black soldier fly/ BSF) di Desa Ciputri Kabupaten Cianjur.

Kegiatan pelatihan dan pendampingan oleh Tim Hibah PKM Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) dilaksanakan dari tanggal 16 – 19 September 2022 di Dusun Tunggilis Pojok Desa Ciputri Kab. Cianjur. Peserta yang hadir dalam pelatihan ini berjumlah 48 orang yang terdiri dari 26 orang ibu rumah tangga, 12 orang pemuda, 4 orang pegawai Desa Ciputri, dan 6 petugas orang dari Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Kegiatan pelatihan diawali dengan sambutan oleh Agus Pambudi Dharma, M.Si selaku Ketua Tim Pelaksana dan sekaligus Dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi Uhamka.

Baca Juga: Yuk Saksikan Film Terbaru Thor: Love and Thunder di Rumah Melalui IndiHome-Disney+

"Sampah organik merupakan salah satu masalah yang cukup penting di Dusun ini disebabkan masyarakat masih sering membuang sampah di aliran sungai dari hasil panen holtikultura, sisa masakan di rumah sehingga dapat merusak lingkungan dan kesehatan masyarakat,“ ujar Agus dalam keterangannya, Senin, 19 September 2022.

"Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat dalam mengelola sampah organik menggunakan larva BSF, sehingga hasilnya dapat dipakai untuk pakan ikan, unggas, dan dapat dijual di market place," tambahnya.

Nia Novi Hertini, S.AP selaku Kepala Desa Ciputri memaparkan dalam sambutannya yang berterima kasih kepada tim hibah PKM UHAMKA yang telah membangun rumah Pojok Maggot di Dusun Tunggilis Pojok Desa Ciputri Kab. Cianjur dalam mengatasi masalah sampah organik di lingkungannya.

Ibu Kades mengharapkan kepada masyarakat dapat mengelola sampah organik secara terus menerus dan harus menjaga Rumah Pojok Maggot dengan baik.

Pemaparan materi pertama disampaikan oleh Sapto Aji Prabowo, S.Hut., M.Si selaku Kepala BBTNGGP) yang bertema Penanganan sampah di Desa Penyangga kawasan TNGGP sebagai potensi implementasi kegiatan perubahan iklim.

Pada pemaparannya, pak Sapto menjelaskan ada enam proyeksi perubahan iklim diantaranya, perubahan hujan, kenaikan suhu udara, muka laut meningkat, kenaikan suhu laut, perubahan salinitas, dan gelombang meninggi. Perlu dilakukan solusi dengan membangun kesadaran masyarakat dalam penanganan sampah aga dampak pemanasan global dari gas rumah kaca (GRK).

Nur Asiah, SKM., M.Kes sebagai dosen Prodi Kesehatan Masyarakat Fikes UHAMKA dan sekaligus pemateri kedua, yang menyebutkan sampah menjadi salah satu penyumbang dampak negatif pada bumi dan kesehatan manusia.

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Gempa M5,8 Guncang Sukabumi Jawa Barat

Kamis, 8 Desember 2022 | 08:06 WIB
X