• Minggu, 27 November 2022

Sejumlah Kalangan Dukung Regulasi BPA Demi Lindungi Kesehatan Publik

- Jumat, 16 September 2022 | 17:05 WIB
Hasil penelitian terkait bahaya BPA pada kemasan air minum, mendukung Perka BPOM (Istimewa)
Hasil penelitian terkait bahaya BPA pada kemasan air minum, mendukung Perka BPOM (Istimewa)

HARIANTERBIT.com - Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Pandu Riono berpendapat polemik regulasi pelabelan Bisfenol A (BPA) harus segera diwujudkan demi melindungi kesehatan dan keselamatan publik. Pandu mewanti-wanti agar kalangan industri tak perlu berlebihan dalam merespons regulasi tersebut.

"BPA berpotensi membahayakan kesehatan dan keselamatan publik. Di samping itu, regulasi pelabelan BPA justru menjadi upaya dalam mengedukasi masyarakat," kata Pandu di Jakarta, Jumat, 16 September 2022.

Pandu mengingatkan bahaya BPA yang fungsinya menjadikan plastik keras dan jernih (tembus pandang). Tetapi bisa berpindah ke makanan atau minuman. Banyak penelitian menunjukkan kandungan BPA sudah ditemukan pada cairan kemih dan pada binatang.

Baca Juga: Buntut Ucapan Amplop Kiai, Komunal : Suharso Harus Diproses Hukum

Pandu menegaskan kekhawatiran soal bahaya BPA bersifat global. Hal ini melihat di banyak negara, terdapat regulasi yang mengatur kemasan pangan tidak diperbolehkan menggunakan wadah yang mengandung BPA.

"Di beberapa negara bahkan ada kewajiban pelabelan 'Free BPA' (Bebas BPA), tujuannya untuk edukasi masyarakat," imbuhnya.

Saat ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah merampungkan peraturan pelabelan risiko BPA pada galon guna ulang berbahan polikarbonat. Jamak diketahui, jenis plastik ini pembuatannya menggunakan BPA dan mendominasi pasar.

"Nantinya, produsen galon jenis tersebut akan diwajibkan untuk mencantumkan label peringatan 'Berpontensi Mengandung BPA' terhitung tiga tahun sejak aturan disahkan. Tujuan pelabelan BPA semata melindungi masyarakat. Jadi industri tak perlu berlebihan dalam bersikap," katanya.

Menurut Pandu, saat ini produsen-produsen dunia seperti Danone di Prancis sudah mengganti wadah produknya ke jenis plastik yang bebas BPA.

"Yang jadi pertanyaan, kenapa unit Danone di negara berkembang tidak mengadopsi hal serupa? Seharusnya sama-sama fair dong. Lagi pula ini kan hanya pelabelan. Masa label saja keberatan," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

5 Cara Mudah Berkomunikasi Sebagai Seorang Introvert

Jumat, 25 November 2022 | 14:10 WIB

MPASI Bergizi Tepat Bantu Anak Cegah Stunting

Jumat, 25 November 2022 | 13:40 WIB

KERIS Bantu Pelaku Ekonomi Rakyat Punya Rumah Sendiri

Jumat, 25 November 2022 | 11:29 WIB

MRI 1,5 Tesla, Alat Diagnostik Medis Bebas Radiasi

Rabu, 23 November 2022 | 21:34 WIB

A-Z Seputar Gempa Bumi Yang Wajib Diketahui

Rabu, 23 November 2022 | 19:15 WIB

Kemenkes Diminta Sederhanakan Syarat Praktik Dokter

Rabu, 23 November 2022 | 18:05 WIB
X