• Minggu, 27 November 2022

Peneliti IPB: IARC Klasifikasikan BPA Belum Termasuk Karsinogenik pada Manusia

- Kamis, 15 September 2022 | 07:37 WIB
Institut Pertanian Bogor (IPB)
Institut Pertanian Bogor (IPB)

HARIANTERBIT.com - Dosen dan Peneliti di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan SEAFAST Center, Nugraha Edhi Suyatma menegaskan bahwa International Agency for Research on Cancer (IARC) yang merupakan Lembaga bagian dari WHO belum mengklasifikasikan Bisfenol A (BPA) dalam kategori karsinogenik pada manusia.

Sementara, acetaldehyde yang ada dalam kemasan PET justru sudah dimasukkan ke kelompok yang kemungkinan besar karsinogenik untuk manusia. Oleh karena itu menarasikan BPA sebagai karsinogenik itu tidak sesuai dengan pernyataan IARC dan WHO.

“Hingga sekarang, IARC, badan yang di bawah WHO masih mengkategorikan BPA masuk di grup 3, belum masuk di grup 2A atau 2B. Kalau acetaldehyde, justru masuk ke grup 2B itu sejak lama,” kata Nugraha dalam acara Ngobrol Tempo yang diselenggarakan baru-baru ini.

Baca Juga: Banggar DPR: Usulan Penghapusan Daya 450 VA Masih Dikaji

Seperti diketahui, IARC mengklasifikasikan karsinogenik ini dalam 4 grup. Kelompok 1, karsinogenik untuk manusia. Kelompok 2A, kemungkinan besar karsinogenik untuk manusia. Kelompok 2B, dicurigai berpotensi karsinogenik untuk manusia. Kelompok 3, tidak termasuk karsinogenik pada manusia. Kelompok 4, kemungkinan besar tidak karsinogenik untuk manusia.

“Jadi, dari sini juga FDA (The United States Food and Drug Administration) mengatakan tidak ada efek BPA atau paparan khusus. Levelnya pun rendah sehingga bisa dibatasi oleh upaya produsen untuk menghilangkan residu BPA yang tidak bereaksi dalam pembuatan plastik polikarbonat. Yakni, bisa dibuat menjadi sangat rendah dan mungkin bisa sampai ke level BPA free,” ungkapnya.

Begitu juga dengan Otoritas Keamanan Makanan Eropa atau European Food Safety Authority (EFSA), pembatasan untuk memperketat migrasi BPA ini juga belum ditetapkan hingga kini. “Bisa jadi mereka juga belum yakin,” katanya.

Baca Juga: Sambut Airlangga, Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong: Golkar Keluarga Besar Kami

Karenanya, Nugarha mempertanyakan apakah wacana pelabelan BPA pada kemasan Polikarbonat memang benar-benar memberikan efek yang positif atau justru akan semakin membuat bingung masyarakat. Karena, dia melihat ada pasal-pasal dari revisi peraturan terkait pelabelan BPA ini yang sudah menjadikan wacana tersebut menjadi sangat heboh di masyarakat.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Cara Mudah Berkomunikasi Sebagai Seorang Introvert

Jumat, 25 November 2022 | 14:10 WIB

MPASI Bergizi Tepat Bantu Anak Cegah Stunting

Jumat, 25 November 2022 | 13:40 WIB

KERIS Bantu Pelaku Ekonomi Rakyat Punya Rumah Sendiri

Jumat, 25 November 2022 | 11:29 WIB

MRI 1,5 Tesla, Alat Diagnostik Medis Bebas Radiasi

Rabu, 23 November 2022 | 21:34 WIB

A-Z Seputar Gempa Bumi Yang Wajib Diketahui

Rabu, 23 November 2022 | 19:15 WIB

Kemenkes Diminta Sederhanakan Syarat Praktik Dokter

Rabu, 23 November 2022 | 18:05 WIB
X