• Selasa, 7 Februari 2023

Percepat Pelabelan BPA Kemasan AMDK dengan Prinsip Kehati-hatian

- Jumat, 9 September 2022 | 21:41 WIB

HARIANTERBIT.com - Precautionary principle, salah satu prinsip pembangunan berkelanjutan yang menjadi kesepakatan World Summit on Sustainable Development, Brazilia, 1992 mewajibkan kita untuk memilih jalan konservatif ketika suatu produk/proses produksi memiliki potensi risiko.

Amalia S. Bendang dari Zero Waste Management Consortium mengungkapkan, untuk konteks senyawa beracun/berbahaya dalam kemasan AMDK (Air Minum Dalam Kemasan), prinsip kehati-hatian mewajibkan untuk melakukan pencegahan atas kemungkinan terjadinya risiko tertentu seperti toksisitas BPA.

”Karena dapat mempengaruhi fertilitas, menyebabkan keguguran dan komplikasi persalinan, obesitas, dan berbagai penyakit metabolic,” kata Amalia di Kantor Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Jakarta, Jumat, 9 September 2022.

Baca Juga: Sampah Plastik Sekali Pakai, Greenwashing Lobi Industri

Menurutnya, risiko ini termasuk risiko pada kelompok usia anak-anak dengan dampak depresif, ansietas (anxiety), hiperaktif, emosional tidak stabil, dan kekerasan yang berpengaruh terhadap dopamine, serotonin, acetylcholine, dan thyroid.

Pada konteks potensi kontaminasi unsur/senyawa B3 (bahan beracun dan berbahaya) oleh BPA pada AMDK Polycarbonates ini, maka produsen AMDK wajib melabeli “Berpotensi mengandung BPA” pada kemasan AMDK produknya.

Data studi mutakhir kesehatan air minum rumah tangga yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan ditemukan 4 dari 10 rumah tangga di Indonesia mengonsumsi air minum dalam kemasan, baik dalam bentuk kemasan galon kemasan botol.

Angka tersebut tiga kali lipat lebih besar dibandingkan persentase rumah tangga yang mengandalkan air perpipaan untuk memenuhi kebutuhan air minumnya sehari-hari.

Produksi air minum kemasan per tahun 2022 telah mencapai 30 miliar liter dengan nilai penjualan sebesar 48 triliun Rupiah. Dari tiga segmen air kemasan bermerek, penjualan air minum kemasan botol tercatat sebesar 22,6 triliun Rupiah, disusul dengan air minum kemasan galon sebesar 20,1 triliun Rupiah, dan air minum dalam kemasan gelas sebesar 4,8 triliun Rupiah.

Baca Juga: Inilah Kawasan Pemandangan Nasional Taiwan yang Jadi Incaran Wisatawan

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Harus Ada Regulasi Cegah Kekerasan Terhadap Anak

Kamis, 2 Februari 2023 | 23:16 WIB

Memilih Air Murni untuk Dikonsumsi versi Ahli

Rabu, 1 Februari 2023 | 13:45 WIB

Parah Nih, Bazar Buku Murah di Batang Sepi Pengunjung

Selasa, 31 Januari 2023 | 15:07 WIB
X