• Kamis, 29 September 2022

Dokter Berikan Tips Cegah Penularan Cacar Monyet

- Minggu, 14 Agustus 2022 | 12:04 WIB
 
HARIANTERBIT.com - Kasus cacar monyet atau 'monkey pork' telah menyebar ke lebih dari 85 negara, termasuk sejumlah negara di benua Asia. Hal ini membuat Badan Kesehatan dunia (World Health Organization)  menetapkan darurat kesehatan global sejak Juli 2022 lalu. 
 
Menurut laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), kasus cacar monyet telah ditemukan di Singapura, yakni sebanyak 13 kasus hingga 3 Agustus 2022. Kemudian, ada Thailand dan Filipina yang telah melaporkan masing-masing 2 kasus dan 1 kasus cacar monyet.
 
Sementara, di negara tetangga RI,  Australia, telah melaporkan sebanyak 45 kasus cacar monyet.  Per 3 Agustus 2022, jumlah kasus cacar monyet di dunia sebanyak 26.208 kasus di 87 negara. Kasus cacar monyet terbanyakmasih dipimpin oleh Amerika Serikat yakni sebanyak 6.616 kasus.
 
 
Sejauh ini, penyakit cacar monyet belum terdeteksi di Indonesia. Kendati demikian, masyarakat tetap patut waspada.  
 
Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Siloam Hospitals Yogyakarta, dr. Ludhang Pradipta R M. Biotech Sp.MK., mengingatkan bahwa cara terbaik terhindar dari paparan cacar monyet adalah meminimalkan kontak antar manusia dengan penderita (karier).
 
"Penularan virus ini melalui kontak erat, dan dari kasus yang ada didapatkan resiko lebih tinggi pada individu prilaku seks menyimpang (MSM)”, ungkap Ludhang Pradipta, dalam keterangan yang diterima Minggu 14 Agustus 2022.
 
 
Dalam bincang sehat bertajuk : 'Waspada Cacar Monyet Kenali Gejala dan Pencegahannya', yang dihelat manajemen Siloam Hospital Yogyakarta, Ludhang menyampaikan bahwa  cacar monyet merupakan penyakit zoonosis, disebabkan virus monkeypox. 
 
Penyakit ini biasanya dimulai dengan fase inkubasi panjang (5-21 hari), kemudian fase demam (gejala yang mirip dengan flu, termasuk demam, sakit kepala, nyeri otot, kedinginan, kelelahan, dan pembengkakan kelenjar getah bening(limfadinopati), kemudian berkembang fase ruam, dimana permukaan kulit muncul ruam kemerahan.
 
"Infeksi virus ini ditandai dengan perubahan ujud kelainan di kulit yang sekilas hampir serupa dengan cacar air", ungkap Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Siloam Hospitals Yogyakarta, ini. 
 
 
Melanjutkan edukasi akan gejala terpapar virus monkeypox, dikatakan Raden Ludhang, “Pengobatan sebenarnya hanya untuk mengurangi gejala yang muncul, terutama nyeri dibagian kulit yang tampak ruam dan bintil. Adapun  data tentang vaksin juga baru tersedia di beberapa negara endemi, belum sampai di Indonesia sejauh ini", tuturnya. 
 
Lebih lanjut diungkapkan, bahwa virus cacar monyet dapat melalui perantara formites dipermukaan benda mati yang terkontaminasi virus tsb. Selain dapat menyebar melalui kontak erat, WHO dan CDC menyebutkan pula penularan dapat terjadi melalui   percikan pernapasan (droplet) atau menyentuh luka, atau koreng saat pasien pada fase ruam.
 
"Karenanya pencegahan efektif adalah menegakkan protokol kesehatan melalui penggunaan masker ditempat umum, cuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh benda diluar area pribadi pun menjaga jarak ditempat kerumunan, dikontaminasi atau disinfeksi permukaan alat benda yang ada disekitar kita", tuturnya.
 
 
Pada sesi tanya jawab, dokter Spesialis Mikrobiologi klinik ini menjawab bahwa mengacu pada data yang  menunjukan virus monkeypox ini merupakan disebut virus DNA yang mampu bertahan di lingkungan bahkan di udara dalam jangka waktu yang cukup lama. 
 
"Adapun bagi penderita gejala cacar monyet hendaknya segera ditangani medis di rumah sakit guna penanganan yang tepat dalam mencegah penularan ke orang lain", pungkasnya.
 
 

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pertolongan Pertama pada Kasus Jantung Henti Mendadak

Minggu, 25 September 2022 | 11:04 WIB

Gempa M6,4 Guncang Meulaboh Aceh

Sabtu, 24 September 2022 | 06:15 WIB

Gubernur Anies Relaunching RS Siloam Mampang

Minggu, 18 September 2022 | 23:08 WIB

Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra Meninggal

Minggu, 18 September 2022 | 12:49 WIB

Disindir AHY soal BLT, Mensos Risma Jawab Begini

Jumat, 16 September 2022 | 20:04 WIB

BSU Tahap 2 Dibagi Minggu Depan, Ini Syarat-syaratnya

Jumat, 16 September 2022 | 18:43 WIB

Enam Individu Satwa Liar Dilepasliarkan di Bungo

Jumat, 16 September 2022 | 17:08 WIB
X