• Senin, 8 Agustus 2022

Pembinaan dan Penguatan Keterampilan Menari Siswa di Sanggar Karang Taruna Kabupaten Dairi

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 12:31 WIB

HARIANTERBIT.com - Siswa yang diasuh oleh Sanggar Karang Taruna Kota Sidikalang saat ini berjumlah 24 orang, terdiri dari berbagai usia mulai tujuh tahun hingga usia 18 tahun.

Sanggar ini dikelola secara mandiri oleh ibu Lisken Angkat sebagai bagian dari tanggung jawab beliau untuk menjaga kesenian Dairi, terutama tarinya, dan meneruskannya kepada generasi muda utnuk diapresiasi dan dicintai sebagai kearifan lokal.

Siswa yang belajar di sanggar ini memiliki latar belakang yang berbeda, namun tetap guyub dan rukun. Kondisi ini juga menjadi salah satun tujuan berdirinya sanggar ini, yaitu menyadarkan siswanya, bahwa mereka adalah satu tanpa perbedaan status sosial keluarga.

Baca Juga: 3 Zodiak Paling Cuek ke Pasangan, Aquarius di Posisi Pertama

Sampai sejauh ini, sanggar Karang Taruna kota Sidikalang belum pernah mendapatkan pembinaan di bidang teknik gerak dan pengembangan gerak. Menurut ketua sanggar, kegiatan latihan yang dilakukan masih sebatas pada latihan tari bentuk hingga siswa mampu menghafal urutan geraknya, dan mengesampingkan kemampuan teknik gerak dan ekspresi gerak tarinya.

Oleh karena itu, Universitas Negeri Medan melalui Lembaga Pengabdian Masyarakat menganggap perlu melakukan pembinaan keterampilan teknik gerak, dalam hal ini di bidang tari etnis Dairi. Pembinaan tersebut dilaksanakan oleh dosen dibantu mahasiswa yang kompeten di bidangnya.

Ketua tim pengabdian, Rr. Ruth Hertami, M.Si., Ph.D, serta anggota tim Dra. Dilinar Adlin, M.Pd; Sitti Rahmah, S.Pd., M.Si; dan Drs. Inggitn Prastiawan, M.Sn mengatakan, tujuan kegiatan ini memberi pembinaan kepada siswa sanggar, sebagai upaya meningkatkan kemampuan anak-anak dan remaja untuk mengembangkan rasa percaya diri. “Tujuan awal kegiatan pembinaan ini adalah meningkatkan kemampuan anak-anak dan remaja di sanggar Karang Taruna dalam mempertunjukan tari dari etnis Dairi. Namun dalam perkembangannya, tari yang diajarkan bertambah satu yaitu tari dari etnis Batak Toba.,” demikian ditambahkan oleh Ruth Hertami saat diwawancarai.

Dilinar juga menyampaikan bahwa, ‘melalui kegiatan ini bukan hanya kemampuan keahlian yang dibina, namun secara psikologis melalui kegiatan ini, turut dibentuk mental emosional yang kokoh dan disiplin, sehingga memungkinkan untuk terhindar dari pengaruh narkoba.’ Metode pelatihan yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian ini terbagi dalam dua tahapan, yaitu: a) Tahap pembimbingan, untuk menguasai teknik gerak tari etnis Dairi dan Batak Toba; b) Tahap pemantapan, yaitu mampu mempertunjukan tari etnis Dairi dan Batak Toba dengan wiraga, wirfama, dan wirasa yang benar.

Sementara itu menurut Inggit, pelaksanaan kegiatan pengabdian yang dijalankan oleh tim berjalan dengan baik. Peserta kegiatan dan tempat pelaksanaan sangat mendukung bagi terlaksananya keseluruhan program. Ditambahkan juga oleh Sitti Rahmah, bahwa kegiatan ini berdampak positif, karena melalui pelatihan ini, hasil belajar menari akan dipertunjukkan pada kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Sanggar Karang Taruna di berbagai lokasi di Sidikalang. (Ali Akbar)

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Ribuan Sepeda Ontel akan Ramaikan HUT RI di Jakarta

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 10:54 WIB

LARISA BPKP Rangkul Penyandang Disabilitas

Rabu, 3 Agustus 2022 | 13:47 WIB

5 Ciri Orang yang Disukai Khodam Sunan Kalijaga

Senin, 1 Agustus 2022 | 19:52 WIB
X