• Senin, 8 Agustus 2022

Omicron Masih `Menghantui`, Basmi Virus di Rongga Hidung dengan Enovid, Upaya Efektif Cegah Covid-19

- Selasa, 2 Agustus 2022 | 10:23 WIB
Kenali gejala Covid-19 subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 agar secepatnya bisa terobati.  (pexels - edward jenner)
Kenali gejala Covid-19 subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 agar secepatnya bisa terobati. (pexels - edward jenner)

HARIANTERBIT.com – Jumlah kasus baru harian Covid-19 di Indonesia terus meningkat dan telah menembus angka 6.000 pekan ini. Dilansir dari laman Satuan Tugas Penanganan COVID-19, selama 3 hari berturu-turut (26 – 28 Juli) tercatat sejumlah 6.483, 6.438 dan 6.353 kasus baru.

Mantan Direktur Badan Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara, Profesor Dr. Tjandra Yoga Aditama meminta kewaspadaan tinggi pada kasus kematian Covid-19 RI seiring dengan penambahan kasus harian yang melonjak di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

"Dalam beberapa hari terakhir ini jumlah pasien yang meninggal juga naik menjadi di atas 10 orang. Peningkatan angka kematian akibat Covid-19 pun terjadi di negara lain, seperti Australia dan Jepang", ungkapnya dalam webinar bertajuk “Terobosan Terapi Penanganan Covid-19 di Dunia” yang digelar secara daring (31/7).

Baca Juga: Yogyakarta Kirim Sampel COVID-19 Subvarian Terbaru

Dalam webinar yang sama, dr. Umar Wahid, Sp.P, Pendiri Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia (ARSADA) menyampaikan, meskipun angka penularan dan kematian di Indonesia cukup rendah di banding negara lain, namun Indonesia belum menuntaskan peperangan melawan Covid-19.

"Oleh karenanya upaya pencarian kasus melalui tes, pelacakan kontak, upaya pegnobatan, penegakan protokol kesehatan yang ketat dan penelitian medis harus dilakukan.” Hal ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan tenaga kesehatan, namun juga peneliti untuk menekan penyebaran Covid-19 yang terus mengkhawatirkan. “Selain menjaga prokes, diperlukan terobosan-terobosan dalam dunia medis untuk menanggulangi Covid-19 sehingga kegiatan sosial ekonomi tidak terganggu.” tambahnya.

Salah satu terobosan yang terbukti efektif dalam menangkal Covid-19 adalah formula Nitric Oxide Nasal Spray (NONS) yang mampu membunuh berbagai virus termasuk Covid-19 di saluran pernafasan atas, mencegah penyebaran virus ke paru-paru yang dapat memperburuk kondisi kesehatan.

Hal ini diakui oleh jurnal kesehatan terkemuka di dunia The Lancet Global Health, jurnal yang merupakan sumber referensi pengetahuan seputar kesehatan global yang terpercaya secara internasional. Yang pertama dan satu-satunya produk alat kesehatan portable di dunia yang menggunakan teknologi NONS adalah Enovid Nose Sanitizer yang dikembangkan oleh SaNOtize, perusahaan farmasi global asal Kanada.

Baca Juga: Kasus Aktif Tembus 23 Ribu, 22 RT di DKI Masuk Zona Merah Covid-19, Terbanyak di Jakut

Enovid telah melalui uji klinis fase 3 yang dilakukan di India terhadap pasien Covid-19 yang mengalami gejala ringan dan tergolong sebagai kelompok beresiko mengalami peningkatan penyakit, tidak divaksinasi, berusia di atas 45 tahun, dan memiliki satu atau lebih penyakit penyerta (komorbid). Hasilnya, Enovid dapat membunuh virus di rongga hidung sebanyak 93,7% dalam waktu 24 jam dan 99% dalam 48 jam. Uji klinis ini juga tidak menemukan efek samping signifikan sehingga aman dan dapat ditoleransi dengan baik oleh pasien.

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Ribuan Sepeda Ontel akan Ramaikan HUT RI di Jakarta

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 10:54 WIB

LARISA BPKP Rangkul Penyandang Disabilitas

Rabu, 3 Agustus 2022 | 13:47 WIB

5 Ciri Orang yang Disukai Khodam Sunan Kalijaga

Senin, 1 Agustus 2022 | 19:52 WIB
X