• Senin, 8 Agustus 2022

Makna 1 Hijriah, Perpindahan dari Suasana Jahiliyah ke Peradaban

- Minggu, 31 Juli 2022 | 08:55 WIB
Ilustrasi. Membaca Al Quran. (ikbal muqorobin )
Ilustrasi. Membaca Al Quran. (ikbal muqorobin )

 

 

 

HARIANTERBIT.com - Peristiwa tahun baru Islam atau 1 Muharram tidak hanya sekadar peristiwa Nabi Muhammad SAW pindah dari Mekkah ke Madinah.

Ada makna spiritual dan keimanan untuk hidup berpindah dari politheisme menuju monoteisme. Pindah dari pikiran jahiliyah menuju ke pikiran berdasarkan ilmu pengetahuan yang melahirkan peradaban.

Ustadz kondang Adi Hidayah menayatakan hal itu dalam tausiyah singkat di salurannya di YouTube dalam rangka menyambut tahun baru Hijriah 1444 Hijriyah yang dalam kalender Masehi jatuh pada Sabtu 30 Juli 2022.

Baca Juga: 4 Resep Masakan Daging Tanpa Santan, Lebih Sehat!

Menurutnya, situasi Mekkah pada awal Rasulullah menyampaikan dakwahnya tidak kondusif. Perlawanan dari kaum kafir Quraysh sangat keras. Ini merupakan tantangan bagi Rasul untuk menyebarkan ajaran suci Islam. 

Allah pun memerintahkan Nabi berhijrah ke Yastrib, yang kemudian berganti nama menjadi Madinah Al Munawwarrah.

Setelah kepindahan itulah, Nabi leluasa membangun masyarakat Islam. Mempraktikkan nilai-nilai luhur ilahiyah secara lebih baik tanpa halangan dan tantangan dari para musuh Islam. Spirit atau semangat atau roh Islam menjadi penuntun bagi masyarakat baru itu.

Halaman:

Editor: Yuli Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ribuan Sepeda Ontel akan Ramaikan HUT RI di Jakarta

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 10:54 WIB

LARISA BPKP Rangkul Penyandang Disabilitas

Rabu, 3 Agustus 2022 | 13:47 WIB

5 Ciri Orang yang Disukai Khodam Sunan Kalijaga

Senin, 1 Agustus 2022 | 19:52 WIB
X