• Kamis, 1 Desember 2022

Mana Lebih Berbahaya untuk Kesehatan: Galon BPA atau Plastik PET?

- Jumat, 29 Juli 2022 | 06:51 WIB
Ilustrasi galon air mineral
Ilustrasi galon air mineral

Kekhawatiran terhadap efek BPA juga datang dari Ketua Umum Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Nia Umar mengatakan bahwa BPA berisiko tinggi memengaruhi kesehatan bayi. Pada ibu hamil, BPA dengan mudah masuk ke dalam rantai makanan antara ibu dan bayi. Biasanya BPA ditemukan dalam urin, darah, tali pusar, maupun ASI.

Peringatan serupa disampakan oleh dokter spesialis anak sekaligus anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Irfan Dzakir Nugroho, Sp.A, M.Biomed. Ia mengingatkan bahwa BPA ditemukan di hampir semua anggota tubuh, antara lain disebabkan masifnya penggunaan kemasan pangan.

Baca Juga: Buruh Apresiasi Langkah Anies Pertahankan UMP DKI

Dr Irfan menyampaikan ada lebih dari 130 studi yang melaporkan efek berbahaya dari BPA. Beberapa di antaranya antara lain: menyebabkan kanker payudara, pubertas dini, penyakit jantung, infertilitas, katalisator penyakit saraf, dan obesitas.

Bagaimana caranya BPA bisa berdampak pada kesehatan? BPA diketahui dapat memengaruhi hormon endokrin seperti estrogen, androgen, dan tiroid.

Selain itu, paparan BPA yang berlebih bisa menyebabkan gangguan homeostasis metabolik pada anak, gangguan struktur dan fungsi otak, efek kesehatan di usia selanjutnya pada anak.

Baca Juga: Ketegasan Erick Thohir Soal IPO BUMN: Jangan Sekadar Gaya-gayaan

Sedangkan pada usia dewasa atau usia produktif BPA bisa memengaruhi produktivitas dan bisa juga menyebabkan gangguan pada saat kehamilan dan persalinan, termasuk menyebabkan obesitas dan beberapa penyakit metabolik.

Lebih jauh, dr. Irfan menguatkan penjelasan bahwa kontaminasi BPA dapat membahayakan ibu hamil, karena mengganggu kerja endokrin, dan mampu meniru hormon estrogen.

Pada laporan yang terbit pada tahun 2008 oleh Program Toksikologi Nasional AS menemukan bahwa adanya efek pada otak, perilaku, dan kelenjar prostat pada janin, bayi serta anak-anak akibat paparan BPA yang masuk melalui plasenta, ASI, pemberian susu botol, dan pemberian makanan atau minuman yang telah terkontaminasi BPA.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dosen UBL Latih UMKM Lebak Taklukkan Covid

Selasa, 29 November 2022 | 16:00 WIB

BKKBN Edukasi Filipina Atasi Kasus Stunting

Selasa, 29 November 2022 | 09:10 WIB

YPPLP Gelar Wisuda Tahfidz dan Khatam Al-Qur’an

Senin, 28 November 2022 | 17:16 WIB
X