• Kamis, 1 Desember 2022

Rencana Pelabelan BPA Galon Isi Ulang, Propaganda BPOM Kalau Galon Sekali Pakai Lebih Baik

- Kamis, 7 Juli 2022 | 20:05 WIB
aktivis Lingkungan dari Drivers Clean Action Swietenia Puspa Lestari dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk ‘Menyoal Pelabelan Kemasan dan Dampaknya Terhadap Lingkungan’ di Media Centre Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (7/7/2022).
aktivis Lingkungan dari Drivers Clean Action Swietenia Puspa Lestari dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk ‘Menyoal Pelabelan Kemasan dan Dampaknya Terhadap Lingkungan’ di Media Centre Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (7/7/2022).

HARIANTERBIT.com – Rencana Badan Pengawasan Pangan Olahan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membuat regulasi pelabelan risiko Bisfenol A (BPA), pada galon air mineral guna ulang membuat para pemerhati lingkungan kecewa.

Demikian disampaikan aktivis Lingkungan dari Drivers Clean Action Swietenia Puspa Lestari dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk ‘Menyoal Pelabelan Kemasan dan Dampaknya Terhadap Lingkungan’ di Media Centre Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 7 Juli 2022.

Baca Juga: Menko Airlangga Apresiasi Penerapan Market Conduct Pada Sektor Jasa Keuangan

Tenia mengatakan, permasalahan galon sekali pakai atau galon guna ulang harus dilabeli, membuat para aktivis lingkungan patah hati. Karena ia merasa ada narasi yang dibangun (BPOM), bahwa galon sekali pakai lebih baik daripada galon ulang.

“Kini, sudah ada petisi yang didukung sebanyak 50.000 orang yang menolak galon sekali pakai selain itu ada juga lebih dari 8.000 orang yang mendukung PermenLHK Tahun 2019 No 75 terkait Peta Jalan pengurangan sampah dari produsen yang diatur adalah manufaktur, retail, dan juga jasa makanan minuman serta akomodasi untuk menerapkan hirarki pengolahan sampah dari sumber,” bebernya.

Baca Juga: Warga Teriaki Ganjar Pranowo: Ganteng Tenan Kayak Arjuna, I Love You Full

Oleh karenanya, Tenia menyayangkan sudah masuknya propaganda galon sekali pakai lebih baik dari galon isi ulang. Bahkan, edukasi iklan-iklan sudah masuk ke sinetron-sinetron menyatakan galon sekali pakai itu lebih baik.

“Dengan adanya isu kisruh BPA ini masyarakat yang tadinya sudah beralih ke guna ulang isi ulang terpaksa atau merasa harus pindah ke sekali pakai itu harus dicegah tidak kejadian salah persepsi tadi,” lanjutnya.

Sependapat dengan Tania, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari F-PKB, Anggia Erma Rini mengatakan, kebijakan untuk mengurangi produksi plastik ini sangat penting. Sayangnya, hingga saat ini belum ada.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dosen UBL Latih UMKM Lebak Taklukkan Covid

Selasa, 29 November 2022 | 16:00 WIB

BKKBN Edukasi Filipina Atasi Kasus Stunting

Selasa, 29 November 2022 | 09:10 WIB

YPPLP Gelar Wisuda Tahfidz dan Khatam Al-Qur’an

Senin, 28 November 2022 | 17:16 WIB
X