• Kamis, 11 Agustus 2022

40 Jiwa Jadi Korban Angin Puting Beliung di Penajam Paser Utara

- Jumat, 1 Juli 2022 | 16:50 WIB

HARIANTERBIT.com - Fenomena angin puting beliung terjadi di Desa Api-Api, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa, 28 Juni 2022. Peristiwa itu menyebabkan seorang warga terluka karena terkena puing bangunan yang rusak diterjang angin.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara mencatat ada 2 rumah warga mengalami rusak berat dan 8 rumah rusak ringan. Berdasarkan laporan visual, beberapa rumah mengalami kerusakan di bagian atap.

"Atas peristiwa itu, sedikitnya ada 10 KK/40 jiwa yang terdampak angin puting beliung tersebut," ujar Abdul Muhari, Ph.D, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam keterangannya, Jumat, 1 Juli 2022.

Baca Juga: Mendagri: UU Pemekaran Papua Demi Kemajuan Pembangunan

Sebagai upaya percepatan penanganan bencana angin puting beliung, pihak BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara bersama unsur TNI, Polri, instansi terkait dan pemerintah desa setempat telah melakukan assesmen di lapangan dan melakukan pembersihan puing rumah terdampak.

Potensi hujan sedang hingga lebat dan dapat disertai petir diprakirakan masih dapat terjadi di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara hingga Jumat, 1 Juli 2022, sebagaimana menurut informasi prakiraan cuaca oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Menyikapi hal itu, maka Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau kepada seluruh pemangku kebijakan di daerah bersama masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

Upaya mitigasi seperti pemangkasan ranting, batang dan cabang pohon, pemantauan dan penertiban baliho atau papan reklame, penguatan struktur bangunan rumah dan gedung, penataan kembali kabel listrik dan jaringan komunikasi serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat dapat dilakukan secara berkala.

Di samping itu, untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi lainnya seperti banjir dan tanah longsor, maka upaya mitigasi seperti normalisasi sungai, susur sungai, pembersihan sungai dari sumbatan sampah, sosialisasi kepada masyarakat dan memantau perkembangan cuaca agar dilakukan secara rutin.

Masyarakat yang tinggal di sekitar lereng tebing dan bantaran sungai agar lebih meningkatkan kewaspadaan. Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi lebih dari satu jam, maka diimbau agar evakuasi sementara secara mandiri ke lokasi yang lebih aman.

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Fakta Dibalik Kontroversi Pelabelan BPA

Senin, 8 Agustus 2022 | 19:54 WIB

Ribuan Sepeda Ontel akan Ramaikan HUT RI di Jakarta

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 10:54 WIB

LARISA BPKP Rangkul Penyandang Disabilitas

Rabu, 3 Agustus 2022 | 13:47 WIB

5 Ciri Orang yang Disukai Khodam Sunan Kalijaga

Senin, 1 Agustus 2022 | 19:52 WIB
X