• Rabu, 28 September 2022

Soal Pelabelan BPA pada Galon, BPOM Harusnya Membuat Penelitian yang Komprehensif

- Rabu, 29 Juni 2022 | 17:08 WIB
Ketua Dokter Indonesia Bersatu (DIB) Eva Sridiana Chaniago
Ketua Dokter Indonesia Bersatu (DIB) Eva Sridiana Chaniago

"(Kepala BPOM) sendiri mengakui belum jelas kausalitasnya, tapi mengapa sudah dianggap sesuatu yang pasti? Kok, berani bikin kebijakan padahal belum ada penelitian yang jelas, belum dilakukan per-review. YLKI dan BPKN juga belum pernah dapat pengaduan dari masyarakat," cetus Edi Homaidi.
 
Sebelumnya beberapa pakar telah menyampaikan suara penentangan atas isu yang menghubungkan penggunaan air minum dari galon guna ulang dengan autisme. Misalnya, pakar pendidikan autisme, Imaculata Umiyati mengatakan, penyebab anak menjadi autis masih multifaktor.

"Jadi berita yang menautkan autisme dengan konsumsi air galon polikarbonat masih perlu penitian mendalami," ujarnya seraya menembahkan, Selama AMDK sudah mendapatkan izin sudah pasti aman dikonsumsi.

Baca Juga: KIB Tidak Akan Calonkan Ganjar, Prabowo dan Cak Imin Jadi Capres 2024
 
Termasuk Dokter Spesialis Anak dan Konsultan Tumbuh Kembang Anak, Bernie Endyarni Medise sebelumnya menegaskan bahwa tidak pernah ada anak menjadi autis karena mengonsumsi air galon guna ulang. Menurutnya, penyebab pastinya anak autis masih belum diketahui.

"Yang baru diketahui adalah anak auitis itu ada hubungannya dengan genetik tertentu seperti adanya autism pada kelainan Fragile X syndrome," beber dia.
 
Ketua Pokja Infeksi Saluran Reproduksi Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Alamsyah Aziz mengatakan sampai saat ini tidak pernah menemukan pengaruh BPA terhadap janin. Menurutnya, kelainan bawaan yang terjadi pada anatomi janin itu memang bisa disebabkan karena adanya exposure dari bahan-bahan yang berbahaya, termasuk BPA jika jumlah yang masuk ke dalam tubuh itu cukup tinggi, misalnya mencapai 250 miligram.
 
“Tapi kenyataannya, yang ditemukan pada ibu hamil, pada janin, itu sangat jauh di bawah rata-rata batas aman keamanan yang sudah ditetapkan BPOM, yaitu sebanyak 600 mikrogram per kilogram berat badan per hari. Jadi migrasi BPA yang terjadi pada galon guna ulang itu sangat di bawah batas keamanan,” ujar dokter spesialis kandungan itu.

Libatkan Kalangan Industri
 
Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo meminta Badan BPOM melibatkan kalangan industri terkait rencana menerbitkan aturan mengenai  pelabelan potensi bahaya Bisfenol-A (BPA) pada air minum galon.
 
"Untuk industri ya diajak diskusi, kira-kira pelabelannya seperti apa, (agar) tidak mengganggu perusahaan," kata Rahmad di Jakarta.

(Danial)

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pertolongan Pertama pada Kasus Jantung Henti Mendadak

Minggu, 25 September 2022 | 11:04 WIB

Gempa M6,4 Guncang Meulaboh Aceh

Sabtu, 24 September 2022 | 06:15 WIB

Gubernur Anies Relaunching RS Siloam Mampang

Minggu, 18 September 2022 | 23:08 WIB

Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra Meninggal

Minggu, 18 September 2022 | 12:49 WIB

Disindir AHY soal BLT, Mensos Risma Jawab Begini

Jumat, 16 September 2022 | 20:04 WIB

BSU Tahap 2 Dibagi Minggu Depan, Ini Syarat-syaratnya

Jumat, 16 September 2022 | 18:43 WIB

Enam Individu Satwa Liar Dilepasliarkan di Bungo

Jumat, 16 September 2022 | 17:08 WIB
X