• Rabu, 10 Agustus 2022

School Lunch Program (SLP) Solusi Makanan Bergizi Seimbang Para Santri

- Senin, 27 Juni 2022 | 09:13 WIB
Tentu diharapkan bisa meningkatkan status gizi, serta mNarasumber School Lunch Program (SLP) untuk para santri di  pesantren (dok)
Tentu diharapkan bisa meningkatkan status gizi, serta mNarasumber School Lunch Program (SLP) untuk para santri di pesantren (dok)


HARIANTERBIT.com - Hingga kini makanan bergizi paling dibutuhkan oleh siapa saja, termasuk di kalangan pesantren yang ada di Indonesia. Tentu diharapkan bisa meningkatkan status gizi, serta memperbaiki perilaku hidup bersih & sehat (PHBS) bagi anak-anak maupun remaja. Selain itu, guna mengimplementasikan School Lunch Program (SLP) ke lebih banyak pesantren.

Untuk itu, Ajinomoto bekerjasama dengan Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Kementerian Agama RI, memberikan sharing informasi dan pengalaman kepada 60 perwakilan pondok pesantren di wilayah Jawa Barat.

Baca Juga: Siswi SMP Hamil dan Sudah Melahirkan, Polisi Lakukan Tes DNA Mencari Pelakunya

“Kami menetapkan target untuk menurunkan prevalensi status anemia santri di pondok pesantren melalui pemberian makanan bergizi seimbang dan pendidikan gizi. Setelah kami menyediakan menu yang tinggi kandungan zat besi (seperti rendang hati ayam,) dan menu sayur yang dimasak dengan mudah serta nikmat menggunakan produk kami, santri mulai makan lebih banyak. Hasilnya, kami mampu mengurangi 8% kejadian anemia di kalangan santri Pondok Pesantren Pertanian Darul Falah Bogor dan 20,9% di Pondok Pesantren Darussalam Bogor,” kata Grant Senjaya, Head of Public Relations PT Ajinomoto Indonesia, seperti keterangan tertulis, Minggu, 26 Juni 2022.

Baca Juga: DPR Usulkan Pemerintah Bangun Rumah Sakit di Madinah

Sedangkan, perwakilan dari Kemenag, Dr. H.Basnan Said MAG, Kasubdit Pendidikan Ponpes mengatakan pentingnya bagi kita semua untuk mengonsumsi makanan yang halal dan thoyib.

“Kita harus memberikan kesempatan kepada santri sehingga dapat merasakan gizi yang sama dengan anak-anak yang studinya di luar tetapi tinggalnya di rumah. Sebagaimana yang kita tahu, santri sebagian besar berasal dari desa-dari kampung dan kalau kita berbicara tentang masalah pemenuhan gizi, mungkin ada yang tidak terpenuhi,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan Dr. Rimbawan, Dosen di Departemen Gizi Masyarakat IPB mengatakan pihaknya sengaja memilih 6 pesantren sebagai pilot project.

Baca Juga: Liverpool Klaim Terdepan untuk Rekrut Gelandang Dortmund

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Fakta Dibalik Kontroversi Pelabelan BPA

Senin, 8 Agustus 2022 | 19:54 WIB

Ribuan Sepeda Ontel akan Ramaikan HUT RI di Jakarta

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 10:54 WIB

LARISA BPKP Rangkul Penyandang Disabilitas

Rabu, 3 Agustus 2022 | 13:47 WIB

5 Ciri Orang yang Disukai Khodam Sunan Kalijaga

Senin, 1 Agustus 2022 | 19:52 WIB
X