• Rabu, 10 Agustus 2022

Dislitbangad, Leading Sector Pengembangan TNI AD

- Rabu, 25 Mei 2022 | 14:50 WIB

"Di sini kami menguji mekanisme itu berdasarkan kebutuhan di lapangan," kata Kolonel Arh Saptarendra di lokasi, Rabu (25/5/2022).

Sapta menjelaskan selain menguji ketahanan, pengujian ini juga dilakukan untuk kenyamanan prajurit anggota yang nantinya bermanfaat untuk kesehatan. Secara umum, sepatu prajurit TNI AD diproduksi sama dengan pembuatan tempat sepatu lain.

"Tapi kita parameternya dibuatkan dalam syarat-syarat tipe umum yang ditentukan oleh AD," jelasnya.

Selain sepatu, kelengkapan prajurit lainnya seperti bahan seragam dan helm juga dilakukan uji coba laboratorium. Bahan seragam diuji ketahanannya agar tidak gampang sobek ketika dipakai dalam melaksanakan tugas operasional di lapangan. Untuk helm, peneliti melakukan uji coba agar tidak mudah retak, pecah apalagi rusak sebelum diproduksi massal.

Laboratorium Dislitbangad juga mempunyai seksi khusus yang bertugas menguji ketahanan amunisi. Yakni, seksi uji biologi kimia. Tempat ini untuk menguji amunisi dengan menggunakan oven dan alat timbang.
Setiap amunisi yang dibeli oleh TNI AD harus tahan dipanaskan dalam oven dengan suhu 95 derajat. Uji itu dilakoni lebih dari sepuluh hari.

Untuk dapat label kelas satu, amunisi tidak boleh berbau setelah berada dalam oven selama sepuluh hari. Beratnya juga tidak boleh menyusut.
Amunisi kelas satu adalah amunisi terbaik. Amunisi kelas satu punya masa pakai paling panjang. Amunisi itu bisa bertahan sampai 25 tahun. Berbeda dengan amunisi kelas dua yang punya masa pakai 15 sampai 20 tahun. Proses uji amunisi kelas dua serupa dengan amunisi kelas satu.

Amunisi masuk golongan kelas dua apabila tahan dipanaskan dalam oven lebih dari enam hari dan kurang dari sepuluh hari. Untuk amunisi kelas tiga, masa pakai selama 7,5 sampai 15 tahun. Dengan masa pengujian selama empat sampai lima hari. Amunisi kelas empat, usia simpan alias masa pakainya tiga sampai tujuh tahun. Proses uji hanya tiga hari.

Sedangkan amunisi kelas lima yang biasa digunakan untuk latihan adalah yang dua hari dalam oven sudah beraroma tidak sedap juga menyusut beratnya. Untuk informasi, Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat (Dislitbangad) menjadi satuan penting dalam menentukan kualitas perlengkapan hingga alutsista yang akan digunakan anggota TNI AD.

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Fakta Dibalik Kontroversi Pelabelan BPA

Senin, 8 Agustus 2022 | 19:54 WIB

Ribuan Sepeda Ontel akan Ramaikan HUT RI di Jakarta

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 10:54 WIB

LARISA BPKP Rangkul Penyandang Disabilitas

Rabu, 3 Agustus 2022 | 13:47 WIB

5 Ciri Orang yang Disukai Khodam Sunan Kalijaga

Senin, 1 Agustus 2022 | 19:52 WIB
X