• Selasa, 28 Juni 2022

Dislitbangad, Leading Sector Pengembangan TNI AD

- Rabu, 25 Mei 2022 | 14:50 WIB

Jakarta, HanTer - Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat (Dislitbangad) menjadi satuan penting dalam menentukan kualitas perlengkapan hingga alutsista yang akan digunakan TNI AD. Saat ini laboratorium Litbangad ada di tiga lokasi yakni di Batujajar, Bandung, Jawa Barat, di Ambal, Kebumen, Jawa Tengah dan di Ternate, Maluku.

Sebagai Badan Pelaksana Pusat di tingkat Mabesad yang berkedudukan langsung di bawah Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Dislitbangad mempunyai tugas pokok membina dan menyelenggarakan penelitian dan pengembangan pada bidang Insani, sistem dan metode serta materiil Angkatan Darat.

"Tugas pokok Dislitbangad itu adalah bagaimana kita melaksanakan kegiatan pembinaan, penelitian dan pengembangan," kata Kadislitbangad Brigjen TNI Terry Tresna Purnama kepada wartawan di Makodislitbangad, Matraman, Jakarta Timur, Selasa (24/5/2022).

Baca Juga: Presiden Joko Widodo Bunyikan Kulkul Tandai Pembukaan GPDRR ke-7 Bali

Terry menjelaskan penelitian dan pengembangan ini dilakukan atas dasar permasalahan yang ada di satuan dari segi materiil maupun non materiil. Oleh karena itu sistem kerja Dislitbangad bottom up atau kebutuhan dari bawah ke atas. Karena permasalahan-permasalahan di satuan Dislitbangad tidak mengetahui secara pasti apa saja yang diinginkan dan dibutuhkan satuan.

Jenderal TNI bintang satu ini menjelaskan satu lokasi penelitian itu dilakukan di Laboratorium Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat (Dislitbangad) di Batujajar, Bandung Barat, Jawa Barat. Di lokasi ini semua perlengkapan hingga alutsista akan dilakukan uji terlebih dahulu sebelum mendapatkan sertifikasi yang nantinya sebagai penunjang kebutuhan dan tugas pokok TNI AD.

Uji laboratorium itu dilakukan di sejumlah subsi-subsi yang di antaranya Subsi Matrak (Materi Bergerak), Subsi Komlek (Komunikasi Elektronik), Subsi Alkapsat (Alat Perlengkapan Satuan), Subsi Jatmu (Senjata Munisi), Subsi Bengkel, (alat bengkel rekayasa Sublabreka) dan Subsi Nubika. Terry berharap kedepannya Dislitbangad bisa terus melakukan inovasi-inovasi terkait penelitian dan pengembangan khususnya di TNI AD.

"Kita sebagai leading sector di Litbang TNI AD untuk bagaimana membangun Litbang kedepan ini akan selalu berbeda dan lebih baik, selalu setiap tahunnya seperti itu," jelasnya.

Kepala Laboratorium (Kalab) Dislitbangad, Kolonel Arh Saptarendra P, S.T.,M.M. mengatakan, sebelum diproduksi secara massal, kelengkapan prajurit TNI AD harus melalui proses uji di Laboratorium. Proses uji laboratorium itu dilakukan guna mendapatkan sertifikasi yang nantinya digunakan oleh seluruh prajurit.

Proses uji kelengkapan yang biasa digunakan oleh prajurit yang di antaranya sepatu itu diuji di Subsi Alkapsat (Alat Perlengkapan Satuan).Dislitbangad menggunakan cara adhesion test untuk menguji ketahanan sepatu sebelum nantinya diproduksi massal. Pengujian dilakukan dengan cara menekuk sepatu sebanyak 15 ribu kali dengan menggunakan alat otomatis.

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Kemendagri Hadiri Genius Science Expo 2022

Senin, 27 Juni 2022 | 16:56 WIB

Mimpi Menurut Rasulullah, Pernah Mengalami?

Minggu, 26 Juni 2022 | 20:54 WIB

Nabi SAW Rindu kepada Kita sebagai Saudaranya

Minggu, 26 Juni 2022 | 08:28 WIB

Nabila Ishma kepada Eril: Kamu Istimewa

Sabtu, 25 Juni 2022 | 13:07 WIB
X