• Selasa, 7 Februari 2023

Kemenkes: Kejang jadi Gejala Berat Pasien Hepatitis Akut

- Selasa, 17 Mei 2022 | 23:30 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksinasi COVID-19 Dr Siti Nadia Tarmizi
Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksinasi COVID-19 Dr Siti Nadia Tarmizi

Jakarta, HanTer - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan gejala berat pasien hepatitis akut misterius pada anak di bawah umur 16 tahun umumnya terjadi dalam rentang waktu dua pekan yang ditandai dengan hilang kesadaran atau kejang.

"Makanya disebut hepatitis akut berat, karena dalam 14 hari orang yang terkena jadi kejang dan terjadi penurunan kesadaran, kalau hepatitis normal tidak sampai kejang," kata Siti Nadia Tarmizi, Selasa (17/5/2022).

Nadia mengatakan indikasi itu dipelajari oleh tim peneliti terhadap satu dari tiga pasien anak yang dilaporkan meninggal dunia dalam kurun waktu yang berbeda pada akhir April 2022 di RSCM Jakarta.  "Satu dari tiga kasus meninggal di Jakarta merupakan probable hepatitis akut bergejala berat yang belum diketahui penyebabnya," katanya.

Nadia menjelaskan, klasifikasi hepatitis misterius probable ditandai dengan laporan nonreaktif pada pemeriksaan hepatitis A, B, C, D, dan E maupun virus lainnya, seperti dengue maupun Adenovirus 41.

Nadia mengatakan,, Kemenkes RI sedang memperkuat peran diagnosa pasien bergejala hepatitis di seluruh Puskesmas di Tanah Air. Sebab, kunci mencegah kasus kematian pada pasien adalah kecepatan diagnosa dan penanganan medis.

"Sifatnya kewaspadaan demam kuning. Apapun gejalanya, Puskesmas harus turun cek lingkungan, ambil sampel feses pasien dan diperiksa. Puskesmas akan lihat, apakah perlu rujukan ke rumah sakit atau tidak," katanya.

Melansir Antara, dari laporan harian Kemenkes RI per 15 Mei 2022 pukul 16.00 WIB, jumlah dugaan kasus hepatitis akut di Indonesia total 18 pasien dengan klasifikasi dua probable, 16 pending classification dan nol epi-linked (virus non-hepatitis A-E, kontak erat dengan kasus probable sejak 1 Oktober 2021).

Sedangkan berdasarkan status pasien, enam diantaranya meninggal (dua probable, empat pending classification), delapan masih dirawat (delapan pending classification), empat dipulangkan (empat pending classification). (Ak/Ant)

Editor: Arbi Terbit

Terkini

Harus Ada Regulasi Cegah Kekerasan Terhadap Anak

Kamis, 2 Februari 2023 | 23:16 WIB

Memilih Air Murni untuk Dikonsumsi versi Ahli

Rabu, 1 Februari 2023 | 13:45 WIB

Parah Nih, Bazar Buku Murah di Batang Sepi Pengunjung

Selasa, 31 Januari 2023 | 15:07 WIB
X