• Kamis, 26 Mei 2022

Masyarakat Diimbau Pahami Kebijakan Pembatasan Usia Calon Jamaah Haji

- Jumat, 13 Mei 2022 | 17:25 WIB
Ilustrasi pelaksanaan ibadah Haji di Makkah
Ilustrasi pelaksanaan ibadah Haji di Makkah

Jakarta, HanTer - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, mengimbau masyarakat untuk memahami kebijakan pembatasan usia jamaah calon haji Tahun 2022 maksimal berusia 65 tahun.

"Saya mendapat informasi pembatasan itu permintaan dari Arab Saudi. Jadi, pembatasan usia maksimal untuk jamaah (calon) haji dari Indonesia adalah permintaan Pemerintah Arab Saudi dan karena itu masyarakat hendaknya memahami kebijakan ini," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dilansir dari Antara, Jumat (13/5/2022).

Dalam hal ini, kata dia, pembatasan usia tersebut bukan kebijakan Pemerintah Indonesia, melainkan permintaan Pemerintah Arab Saudi selaku tuan rumah penyelenggaraan ibadah haji.

"Termasuk juga kuota yang tahun ini hanya 50 persen dari kuota yang seharusnya menjadi jatah Indonesia. Biasanya kita 200 ribu sekian, sekarang kan hanya 100.051 (orang), itu kan separuh, sehingga memang antrean yang selama ini sudah ada mungkin belum bisa berangkat sepenuhnya tahun ini," katanya.

Guru Besar Bidang Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu mengatakan berkurangnya kuota jamaah calon haji asal Indonesia juga harus dimaklumi karena hal tersebut juga merupakan kebijakan Arab Saudi.

Menurut dia, hal itu menjadi bagian dari upaya bersama agar semua jamaah yang berangkat ke Tanah Suci untuk menjalani ibadah haji dapat melaksanakan ibadahnya dengan sebaik-baiknya dan bisa selamat, terutama dari sisi kemungkinan tertular atau menularkan COVID-19.

"Saya kira itu harus dipahami meskipun memang perlu dicari mekanisme karena sebagian yang seharusnya berangkat itu, kalau yang misalnya tetap ingin ada yang badal (melaksanakan ibadah haji atas nama orang lain, red.). Itu kan harus ada mekanisme bagaimana penggantian itu," katanya menjelaskan.

Menurut dia, mekanisme penggantian itu apakah bisa langsung ditunjuk keluarga yang menjadi wakil dari jamaah yang seharusnya berangkat, tetapi karena alasan usia yang tidak bisa berangkat, atau kah badal itu bisa dilakukan melalui KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) atau dengan cara-cara lain.

"Saya kira itu perlu diberi ketentuannya oleh pemerintah, termasuk dalam kaitan ini, saya kira pemerintah perlu sejak awal juga mulai memberikan regulasi yang tegas karena sering kali, mohon maaf, badal haji ini juga dalam hal tertentu bisa menjadi bagian dari persoalan karena banyak yang berbisnis dengan badal haji itu," kata.

Halaman:

Editor: Arbi Terbit

Tags

Terkini

Gawat, Tujuh Hektare Lahan Gambut Terbakar

Kamis, 26 Mei 2022 | 13:41 WIB

Kota Sabang Aceh Digoyang Gempa

Kamis, 26 Mei 2022 | 07:09 WIB

Satgas Catat 97 Pasien Covid-19 Telah Sembuh

Rabu, 25 Mei 2022 | 23:02 WIB

13 Provinsi Tanpa Kasus Covid-19 Hari Ini

Rabu, 25 Mei 2022 | 19:27 WIB

25 Mei 2022: Kasus Covid-19 Tambah 315

Rabu, 25 Mei 2022 | 17:53 WIB

Banjir Besar Genangi Wilayah Kaltara  

Rabu, 25 Mei 2022 | 16:42 WIB

Tahun Depan Anggaran Covid-19 Dihentikan

Selasa, 24 Mei 2022 | 23:18 WIB

Kemenkes: Kasus Cacar Mkasih Bisa Ditanggulangi

Selasa, 24 Mei 2022 | 23:06 WIB
X