• Selasa, 7 Februari 2023

Penjelasan RSPI Sulianti Saroso tentang Hepatitis Akut Misterius

- Jumat, 13 Mei 2022 | 15:56 WIB
Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, dr. Mohammad Syahril menjelaskan soal hepatitis akut misterius.  (Youtube Kemenkes RI)
Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, dr. Mohammad Syahril menjelaskan soal hepatitis akut misterius. (Youtube Kemenkes RI)

HARIANTERBIT.com - Penyakit hepatitis akut misterius yang belum diketahui etiologinya masih menghantui negara-negara di seluruh dunia. Penyakit yang sudah dinyatakan sebagai kejadian luar biasa oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) ini memiliki empat klasifikasi definisi kasus. 

Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, dr. Mohammad Syahril, menjelaskan empat klasifikasi hepatitis akut misterius tersebut, yaitu confirmed, probable, epi-linked dan pending case. 
 
"Pertama confirmed atau konfirmasi. Karena penyakit ini baru dan belum diketahui maka sampai saat ini belum ada definisi tentang konfirmasi ini atau confirmed," ujarnya dalam konferensi pers tentang hepa5 akut misterius di kanal Kementerian Kesehatan RI di YouTube, Jumat (13/5/2022). 
 
 
Klasifikasi kedua adalah probable. Orang dimasukkan ke kategori tersebut adalah orang yang memgalami gejala-gejala dan tanda-tanda hepatitis akut. 
 
"Tanda atau gejala itu ada dua yaitu gejala gastrointestinal yang dikeluhkan atau yang dilihat oleh kita, yang pertama dikeluhkan sakit perut, kembung, mual. Apabila memberat maka akan timbul kekuningan di mata kemudian di seluruh tubuh. Disertai dengan urin yang berwarna seperti teh dan BAB nya pucat keputihan," jelasnya. 
 
 
Gejala berlanjut pasien bisa mengalami kejang atau menurun kesadarannya. Dr. Syahril menambahkan yang dikelomlokkan dalam probable ini apabila dalam pemeriksaan laboratorium tidak ditemukan hepatitis A,B,C, D dan E.
 
Kemudian hasil laboratorium menunjukkan  SGOT atau SGPT lebih dari 500 IU/L dan  usianya di bawa 16 tahun. 
 
 
"Kemudian kriteria Epi-linked. Ini sama dengan probable tadi tapi segala usia. Satu lagi cirinya adalah kontak erat dengan kasus probable yang ditemukan," imbuhnya. 
 
Kriteria keempat adalah pending case atau kasus yang ditunda. Dijelaskan yang termasuk klasifikasi ini adalah kasus dengan gejala yang sama dengan probable tapi belum ada hasil pemeriksaan hepatitis A sampai E. ***
 

Editor: Yuli Terbit

Artikel Terkait

Terkini

Harus Ada Regulasi Cegah Kekerasan Terhadap Anak

Kamis, 2 Februari 2023 | 23:16 WIB

Memilih Air Murni untuk Dikonsumsi versi Ahli

Rabu, 1 Februari 2023 | 13:45 WIB

Parah Nih, Bazar Buku Murah di Batang Sepi Pengunjung

Selasa, 31 Januari 2023 | 15:07 WIB
X