• Kamis, 26 Mei 2022

Hari Buruh di GBK, Ini 18 Tuntutannya Termasuk Menolak Perbudakan Modern

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 08:39 WIB
Buruh saat berujuk rasa di Jakarta beberapa waktu lalu.  (ikbal muqorobin)
Buruh saat berujuk rasa di Jakarta beberapa waktu lalu. (ikbal muqorobin)

HARIANTERBIT.com - Peringatan Hari Buruh atau May Day akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (14/5/2022). Peringatan yang bertajuk May Day Fiesta itu akan dihadiri 50 ribu peserta. 

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan selain memuat orasi-orasi perwakilan buruh dalam pero hatan Hari Buruh bertema May Day Fiesta akan membawa tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah. 
 
Berbagai persoalan kesejahteraan buruh dan permasalahan sosial masyarakat dirangkum dalam 18 tuntutan yang akan disampaikan dalam peringatan Hari Buruh itu. 
 
 
"Di dalam perayaan may day tanggal 14 Mei 2002 tersebut baik di depan gedung DPR kegiatan yang pertama, maupun di GBK kegiatan yang kedua, mengusung 18 isu perburuhan," ujarnya dalam konferensi pers melalui akun Bicaralah Buruh di Youtube, Jumat (13/5/2022). 
 
Salah satu isu yang dibawa tersebut adalah penolakan terhadap omnibus law Undang-undang Cipta Kerja. Iqbal menyebut UU Cipta Kerja yang merugikan pekerja merupakan bentuk kekalahan buruh secara politik di parlemen. Sehingga lahirlah Partai Buruh yang dipimpin oleh dirinya. 
 
 
"Omnibus law mengeksploitasi, membuat perbudakan zaman modern. Outsourcing dibebaskan untuk semua jenis pekerjaan. Tidak ada batas waktu dan upah yang murah. Orang dikontrak berulang-ulang tanpa periode," jelasnya. 
 
Dia berharap agar 18 tuntutan yang dibawa dalam May Day Fiesta akan didengar oleh pemerintah. 
 
"Kami harap pemerintah bisa mendengarkan apa yang menjadi aspirasi buruh," harap Iqbal. 
 
 
Adapun 18 tuntutan yang akan disuarakan sebagai berikut;
1. Tolak Omnibus law UU Cipta Kerja. 
 
2.  Turunkan harga bahan pokok (minyak goreng, daging, tepung, telur), BBM, dan gas. 
 
3. Sahkan RUU PPRT, tolak revisi UU PPP, tolak revisi UU SP/SB. 
 
 
4. Tolak upah murah. 
 
5. Hapus outsorcing. 
 
6. Tolak kenaikan pajak PPn 
 
7.  Sahkan RPP Perlindungan ABK dan Buruh Migran. 
 
 
8. Tolak pengurangan peserta PBI Jaminan Kesehatan. 
 
9. Wujudkan kedaulatan pangan dan reforma agraria. 
 
10. Stop kriminalisasi petani. 
 
11. Biaya pendidikan murah dan wajib belajar 15 tahun gratis. 
 
 
12. Angkat guru dan tenaga honorer menjadi PNS. 
 
13. Pemberdayaan sektor informal. 
 
14. Ratifikasi Konversi ILO No 190 tentang Penghapusan Kekerasan dan Pelecehan di Dunia Kerja. 
 
15. Driver Ojol adalah td, bukan mitra kerja yang tidak jelas hubungan kerjanya. 
 
 
16. Laksanakan Pem tepat waktu 14 Februari 2024 secara jurdil dan tanpa politik uang. 
 
17.  Redistribusi kekayaan yang adil dengan menambah program jaminan sosial (jaminan makanan, perumahan, pengangguran, pendidikan, dan air bersih) 
 
18. Tidak boleh ada orang kelaparan di negeri yang kaya.***
 
 

Editor: Yuli Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Koalisi

Kamis, 26 Mei 2022 | 21:52 WIB

Edukasi Cacar Monyet Perlu Digencarkan

Kamis, 26 Mei 2022 | 21:39 WIB

Gawat, Tujuh Hektare Lahan Gambut Terbakar

Kamis, 26 Mei 2022 | 13:41 WIB

Kota Sabang Aceh Digoyang Gempa

Kamis, 26 Mei 2022 | 07:09 WIB

Satgas Catat 97 Pasien Covid-19 Telah Sembuh

Rabu, 25 Mei 2022 | 23:02 WIB

13 Provinsi Tanpa Kasus Covid-19 Hari Ini

Rabu, 25 Mei 2022 | 19:27 WIB

25 Mei 2022: Kasus Covid-19 Tambah 315

Rabu, 25 Mei 2022 | 17:53 WIB

Banjir Besar Genangi Wilayah Kaltara  

Rabu, 25 Mei 2022 | 16:42 WIB
X