• Rabu, 28 September 2022

Wamen LHK: FoLU Net-Sink 2030, Langkah Maju Indonesia untuk Penanganan Perubahan Iklim

- Rabu, 11 Mei 2022 | 20:02 WIB
Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong dalam webinar Green Economy Indonesia Summit 2022: The Future Economy of Indonesia di Jakarta, Rabu (11/5/2022).
Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong dalam webinar Green Economy Indonesia Summit 2022: The Future Economy of Indonesia di Jakarta, Rabu (11/5/2022).

Jakarta, HanTer - Keseriusan Indonesia untuk urusan penanganan isu perubahan iklim, tergambar pada inisiasi “Indonesia FoLU Net-Sink 2030”. Komitmen ini merupakan pencanangan pencapaian penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya atau FoLU (Forestry and other Land Use). Suatu kondisi dimana tingkat serapan sudah berimbang atau bahkan lebih tinggi dari tingkat emisi sektor FoLU terkait pada tahun 2030.

Langkah maju dari sektor FoLU salah satunya adalah dengan keluarnya Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 168 tentang FoLU NetSink 2030 untuk pengendalian perubahan iklim pada tanggal 24 Februari 2022.

“Melalui Kepmen LHK Nomor 168 Tahun 2022 ini, pemerintah menunjukkan keseriusan untuk mengusung konsep 'Indonesia FoLU Net Sink 2030' sebagai sebuah pendekatan dan strategi dimana pada tahun 2030, tingkat serapan emisi sektor FoLU ditargetkan sudah berimbang atau lebih tinggi dari pada tingkat emisinya (Net Sink),” demikian disampaikan Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong dalam webinar Green Economy Indonesia Summit 2022: The Future Economy of Indonesia di Jakarta, Rabu (11/5/2022).

Baca Juga: Tiga Ribuan Perusahaan Tak Penuhi THR Karyawan

Selanjutnya, dikatakan Alue Dohong setelah 2030 Sektor FoLU ditargetkan sudah dapat menyerap GRK bersamaan dengan kegiatan penurunan emisi GRK dari aktivitas transisi energi atau dekarbonisasi serta kegiatan eksplorasi sektor lainnya, tidak terkecuali sektor pertanian.

“Dengan komitmen sektor FoLU yang ditargetkan dapat menurunkan hampir 60% dari total target penurunan emisi nasional, diharapkan ini dapat menjadi pondasi atau landasan untuk mencapai netral karbon/net-zero emission pada tahun 2060 atau lebih cepat,” tegas Alue Dohong dalam webinar yang diikuti lebih dari 2.500 peserta secara virtual.

Di samping FoLU, Pemerintah juga telah menyusun Strategi Implementasi NDC pada tahun 2017, ditindak-lanjuti dengan penyusunan Road Map NDC Mitigasi pada tahun 2019. Pada tahun 2021, Pemerintah Indonesia juga menyampaikan update NDC dan menyusun strategi jangka panjang pembangunan rendah karbon berketahanan iklim (Long Term Strategy Low Carbon and Climate Resilience 2050 atau LTS-LCCR 2050) dan telah disampaikan ke Sekretariat UNFCCC pada Juli 2021 sebelum pelaksanaan COP 26 UNFCCC di Glasgow pada November 2021 kemaren.

Baca Juga: Menko Airlangga: G20 Bahas Kesiapan Finansial Global Hadapi Pandemi, Terkait Pendanaan Riset Kesehatan

Penyampaian ini sesuai dengan Keputusan 1/CP.21 Pasal 4 Ayat 19 UNFCCC, yang memandatkan negara yang meratifikasi Paris Agreement untuk menyusun rencana jangka panjang rendah emisi karbon berketahanan iklim (LTS-LCCR).

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pertolongan Pertama pada Kasus Jantung Henti Mendadak

Minggu, 25 September 2022 | 11:04 WIB

Gempa M6,4 Guncang Meulaboh Aceh

Sabtu, 24 September 2022 | 06:15 WIB

Gubernur Anies Relaunching RS Siloam Mampang

Minggu, 18 September 2022 | 23:08 WIB

Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra Meninggal

Minggu, 18 September 2022 | 12:49 WIB

Disindir AHY soal BLT, Mensos Risma Jawab Begini

Jumat, 16 September 2022 | 20:04 WIB

BSU Tahap 2 Dibagi Minggu Depan, Ini Syarat-syaratnya

Jumat, 16 September 2022 | 18:43 WIB

Enam Individu Satwa Liar Dilepasliarkan di Bungo

Jumat, 16 September 2022 | 17:08 WIB
X