• Sabtu, 1 Oktober 2022

Temukan Gejala Awal Hepatitis Misterius? Cepat ke Dokter

- Kamis, 5 Mei 2022 | 14:03 WIB
Ilustrasi anak sakit (ikbal muqorobin)
Ilustrasi anak sakit (ikbal muqorobin)

HARIANTERBIT.com - Masyarakat diminta melakukan penanganan sedini mungkin terhadap gejala-gejala yang mengarah kepada penyakit hepatitis misterius. Jika menemukan gejala awal, masyarakat diharapkan langsung mendatangi pelayanan kesehatan terdekat. 

Dokter spesialis anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof. Hanifa Oswari penanganan sejak awal gejala memungkinkan dokter atau pelayan kesehatan mencegah perburukan pada penyakit hepatitis misterius tersebut. 
 
"Para orangtua harus waspada bahwa ada penyakit yang memang berbahaya. Tetapi dengan kita waspada diharapkan kita tidak mendapatkan anak-anak kita dalam kondisi yang berat, tetapi kita mendapatkan pada kondisi awal yang memberi ruang dokter menolong pasien lebih banyak," ujarnya dalam konferensi pers Kementerian kesehatan, Kamis (5/5/2022). 
 
 
Prof. Hanifa menjelaskan gelaja awal dimulai dengan gangguan saluran cerna seperti diare, mual muntah, sakit perut hingga demam ringan. Dalam situasi seperti ini diharapkan orangtua cepat tanggap dengan membawa anaknya ke dokter. 
 
"Sudah memikirkan bahwa ini ada kemungkinan bisa arah ke hepatitis akut berat yang belum diketahui penyebabnya itu. Bawa anak-anak kita ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan dari tenaga kesehatan, yang mereka akan memikirkan untuk apakah perlu diperiksa lebih lanjut untuk mencari kemungkinan perjalanannya menjadi hepatitis akut berat itu," tandasnya. 
 
 
Dia mengingatkan agar masyarakat tidak menunggu sampai gejala yang lebih berat. Menurutnya tenaga kesehatan akan kehilangan momemtum untuk melakukan pertolongan yang lebih cepat. 
 
"Jangan menunggu sampai gejalanya sampai kuning atau lebih berat. Karena kalau lebih berat kita kehilangan momentum untuk bisa menolong lebih cepat. Apalagi kalau sudah terjadi penurunan kesadaran ini akan membuat dokter kesempatan menolongnya lebih sedikit lagi," tegas Prof. Hanifa.***

Editor: Yuli Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pertolongan Pertama pada Kasus Jantung Henti Mendadak

Minggu, 25 September 2022 | 11:04 WIB

Gempa M6,4 Guncang Meulaboh Aceh

Sabtu, 24 September 2022 | 06:15 WIB

Gubernur Anies Relaunching RS Siloam Mampang

Minggu, 18 September 2022 | 23:08 WIB

Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra Meninggal

Minggu, 18 September 2022 | 12:49 WIB

Disindir AHY soal BLT, Mensos Risma Jawab Begini

Jumat, 16 September 2022 | 20:04 WIB

BSU Tahap 2 Dibagi Minggu Depan, Ini Syarat-syaratnya

Jumat, 16 September 2022 | 18:43 WIB
X