Manfaat Berpuasa, Menyehatkan Jasmani dan Rohani

- Selasa, 5 April 2022 | 20:54 WIB
Ilustrasi puasa
Ilustrasi puasa

 

Jakarta, HanTer - Berpuasa pada bulan Ramadhan memiliki banyak manfaat dan menyehatkan jasmani maupun rohani. Hal ini sudah teruji dan diakui oleh berbagai penelitian.

"Melakukan ibadah puasa itu sangat menyehatkan bagi semua umur, bukan hanya bagi orang dewasa saja, tetapi juga bagi anak-anak, orang tua, wanita hamil, dan semua orang yang mau melakukannya," kata Direktur Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara dr. Agus Ujianto, Sp.B, M.Si.Med, dalam keterangannya, Selasa (5/4/2022).

Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Kedokteran Digital Terintegrasi Indonesia (Perdigti) itu mengatakan banyak penelitian di dalam maupun luar negeri yang telah membuktikan manfaat puasa bagi kesehatan.

Menurut dia, Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mendefinisikan kesehatan sebagai keadaan mental, fisik, dan sosial yang lengkap, sehingga bukan sekadar tidak adanya penyakit atau kelemahan.

"Jadi, kesehatan yang didapatkan pada orang yang berpuasa tidak hanya secara fisik, juga sehat secara mental dan sosial," katanya, melansir Antara.

Lebih lanjut, Agus mengatakan semua penyakit dalam tubuh manusia seperti diabetes dan jantung bisa disembuhkan dengan cara melakukan terapi puasa karena berpuasa itu melatih stres.

Dalam hal itu, kata dia, stresor dalam bidang kesehatan merupakan stimulus atau peristiwa yang menimbulkan respons stres pada suatu organisme. "Bukan hanya stres fisik saja, tapi sampai ke organ dan sel-sel yang ada di dalam tubuh kita. Dengan berpuasa, kita bisa stresor kekebalan tubuh kita, kekuatan saraf, fungsi pencernaan, fungsi jantung, hingga ke tulang-tulang maupun sel organ dalam tubuh kita," katanya.

Menurut dia, berpuasa merupakan sesuatu yang sangat menyehatkan juga diakui oleh sejumlah ilmuwan barat dengan menyebutnya sebagai "intermittent fasting" atau puasa intermiten (berjeda). "Kalau dalam bahasa kita, jeda pada puasa intermiten itu merupakan waktu antara buka puasa dan sahur," kata mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Banjarnegara itu.

Ia mengatakan puasa intermiten sudah banyak digunakan sebagai terapi pada penyakit epilepsi, jantung, dan saraf.

Halaman:

Editor: Arbi Terbit

Tags

Terkini

Kelebihan Wireless Charger dengan Magnetic Cooler

Kamis, 26 Januari 2023 | 18:54 WIB

STIE Indonesia Jakarta Selenggarakan Wisuda ke 50

Minggu, 22 Januari 2023 | 16:50 WIB

Gong Xi Fa Cai 2023

Minggu, 22 Januari 2023 | 11:58 WIB
X