• Kamis, 18 Agustus 2022

Kemenkes Catat Penurunan Imunisasi Selama Pandemi

- Senin, 22 November 2021 | 21:59 WIB
Ilustrasi. (Ist)
Ilustrasi. (Ist)

Jakarta, HanTer - Penurunan cakupan imunisasi selama pandemi COVID-19 berpotensi munculnya kejadian luar biasa (KLB) sejumlah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi, kata pejabat Kementerian Kesehatan.

"Akibat cakupan imunisasi yang tidak tercapai ada potensi KLB pada kasus penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi/PD3I)," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondunuwu dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IX DPR diikuti dari YouTube DPR RI di Jakarta, Senin (22/11).

Ia mengatakan hingga November 20w1 ada 147 laporan suspek Difteri dengan 90 pemeriksaan spesimen di laboratorium dan 23 di antaranya terkonfirmasi.

Selain itu, 54 laporan kasus Campak dan 91 laporan kasus Rubela. Lebih dari 80 persen laporan dialami pasien dengan status imunisasi tidak lengkap atau tidak jelas riwayat vaksinasinya.

Ia mengatakan program imunisasi nasional pernah mengalami keberhasilan pada 1980 di antaranya eradikasi penyakit cacar, sertifikat bebas polio pada 2006, eleminasi tetanus metarnal dan neonatal pada 2016.

Namun, cakupan imunisasi dasar lengkap secara nasional hingga Oktober 2021, katanya, baru tercapai 56,5 persen dari target 78 persen populasi sasaran. Provinsi yang mendekati target realisasi, di antaranya Bengkulu, Banten, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, dan Bangka Belitung.

Imunisasi dasar lengkap pada usia anak di antaranya Hepatitis B, BCG, Polio, dan DPT. "Mulai 2019 sampai 2020 ada penurunan, karena berkaitan dengan COVID-19. Namun perbedaan jumlah sebelum pandemi tidak terlalu jauh," katanya.

Maxi menambahkan ada peluang cakupan imunisasi nasional pada 2021 meningkat sebab hingga saat ini baru 19 provinsi yang memberikan laporan. "Ini yang kita kejar setiap pekan," katanya.

Dia menjelaskan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah meminta agar cakupan imunisasi nasional disurvei setiap tahun, sebab survei berkala setiap lima tahun sekali belum memberikan gambaran akurat pencapaian target.

Halaman:

Editor: arby

Tags

Terkini

Indonesia Darurat Plastik Berbahaya BPA

Selasa, 16 Agustus 2022 | 22:50 WIB

Waspada Meterai Elektronik Palsu

Minggu, 14 Agustus 2022 | 16:18 WIB

Dokter Berikan Tips Cegah Penularan Cacar Monyet

Minggu, 14 Agustus 2022 | 12:04 WIB
X