Peserta Membludak, 2 Katagori dan 5 Nominasi di Lomba Kritik Film & Artikel Film 2018

romi
Peserta Membludak, 2 Katagori dan 5 Nominasi di Lomba Kritik Film & Artikel Film 2018
Para pemenang & dewan juri Lomba Kritik Film & Artikel Film 2018/ ist

Jakarta, HanTer - Sejauh ini Perfilman Indonesia berkembang setelah film "Kuldesak" dirilis paska mati suri film Indonesia. Seiring Perkembangan film,  muncul Kritik film. Tanpa kritik film,  tidak ada penimbang kualitas sebuah film. 

"Jadi,  kritik bisa membuat kreatornya berinteraksi dengan pengkritik dan penonton filmnya.  Seperti sayur tanpa garam. Tanpa kritik,  film menjadi hambar," kata John de Rantau, selaku sutradara, ihwal gelaran Lomba Kritik Film dan Artikel Film 2018, di Studio 7 TVRI,  Jakarta,  Kamis (6/12) malam. Kali ini lomba tersebut hanya menilai dua katagori dan lima nominasi. 

John de Rantau yang juga merangkap sebagai anggota dewan juri Kritik Film,  bersama Wina Armada,  Bre Redana,  Remy Sylado,  Dr. Maman Wijaya, Dr. Ekky Imanjaya,  akhirnya memutuskan Ary Saptaji sebagai pemenang kategori Kritik Film.

Ketua Dewan Juri Kritik Film Wina Armada mengatakan  ada kesalahan mendasar pada hampir semua peserta kategori Kritik Film. Yaitu penggunaan bahasa Indonesia yang masih buruk. Serta terlalu banyaknya penggunaan bahasa asing,  yang tidak pada tempatnya. 

"Lebih banyak yang menulis dengan menggunakan gaya bahasa milenial,  tanpa pemahaman bahasa Indonesia yang memadai, " kata Wina. 

Sedangkan untuk kategori Artikel Film,  Dewan Juri Artikel Film 2018, yang beranggotakan Ilham Bintang ( Ketua), Benny Benke (Sekretaris), Lola Amaria,  Yan Wijaya,  Dimas Supriyanto, Sanggupri dan Doddy Budiatma, memilih nama Achmad Muchtar sebagai pemenang. 

Sementara, Dr.  Maman Wijaya, selaku Kepala Pusbangfilm Kemendikbud RI, mengatakan peserta lomba Kritik Film dan Artikel Film 2018 membludak, dibandingkan gelaran serupa tahun lalu. "Terkumpul 148 naskah kategori Kritik film dan 48 naskah Artikel Perfilman dari 65 film yang berbeda,  yang beredar selama setahun ke belakang," katanya. 

Dia menambahkan,  dari sisi kajian, kritiknya beragam. Tidak sekedar menyalin ulang. Tapi juga memberikan masukan kepada pembuatnya. "Hal ini sejalan dengan program Pusbangfilm Kemendikbud untuk turut memajukan Kritik film di Indonesia," tambah Maman.

Hal senada dikatakan Sekjen Kemendikbud,  Didik Suhardi Ph.D. Menurut dia film sebagai produk budaya sarat dengan pesan di dalamnya.

#Lomba   #Kritik   #Film   #Artikel   #Film   #2018