Tari Ronggeng Kolosal dan Donasi Peduli Palu Ada di GNP Arts Festival 2018

Hermansyah
Tari Ronggeng Kolosal dan Donasi Peduli Palu Ada di GNP Arts Festival 2018
Ilustrasi tari Ronggeng

Bekasi, HanTer - Kota Bekasi akan menggelar Gema Nusa Patriot (GNP) Art Festival pada 25 November 2018. Dihelat di Area CFD Summarecon Kota Bekasi, akan ada pertunjukkan Tari Ronggeng kolosal. Atraksi ini bakal melibatkan 1.500 penari dan donasi peduli gempa Palu.

"Di Gema Nusa Patriot Art Festival 2018, ada kegiatan donasi untuk saudara-saudara kita di Palu. Dengan seni kita tumbuhkan rasa peduli terhadap sesama. Dengan membeli kaos, maka peserta sudah mendonasikan dana untuk saudara-saudara kita di Palu," ujar Ketua Gema Nusa Patriot, Alamsyah Praja, Kamis (23/11).

Tari Ronggeng kolosal dibawakan penari dari siswa SMP, SMA dan SMK yang ada di Bekasi. Selain itu, juga ada Lomba Tari Kreasi Nusantara, Lomba Solo Vokal, dan Lomba Melukis.

Alamsyah mengatakan, latihan sudah dilakukan sejak dua minggu lalu. Masih ada waktu untuk mematangkan 1.500 penari dari pelajar Bekasi.

"Para pelajar ini dilatih oleh para guru kesenian yang ada di sekolah masing-masing. Untuk nantinya digabungkan menjadi satu untuk menciptakan sebuah tari kolosal. Mereka sangat antusias dan sangat semangat melakukan latihan untuk bisa menampilkan yang terbaik,” kata Alamsyah.

Alamsyah menjelaskan, kegiatan gelar Tari Ronggeng Menor berkaitan dengan pembentukan karakter. Yakni mengenalkan kearifan budaya lokal, yang juga berkaitan dengan identitas lingkungan sosial masyarakat.

"Identitas adalah culture atau ciri khas dan power adalah negara. Antara culture dan power saling mengisi. Gelar tari ini juga sangat berkaitan dengan pendidikan rasa. Yaitu berkaitan dengan etis, religious dan filosofis, dan diterjemahkan sebagai rasa, perasaan pengalaman batin," papar Alamsyah.

Plt Deputi Bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyani, menyebut pertunjukan Tari Ronggeng kolosal ini istimewa.

"Tahun ini, pelaksanaan Gema Nusa Patriot Art Festival tidak akan kalah ciamik karena akan melibatkan sebanyak 1.500 penari," ujar Giri, didampingi Kabid Pemasaran Area I Kementerian Pariwisata Wawan Gunawan.

Giri optimis event ini bakal kedatangan banyak pengunjung. Sebab, pelaksanaannya dilakukan saat car free day dan berada di pusat Kota Bekasi.

“Sebab, para penari akan tampil dalam iringan musik tradisional di saat car free day. Mereka akan menari dengan latar belakang perkotaan Bekasi. Tentunya ini menjadi pertunjukan spektakuler yang sangat sayang bila dilewatkan,” katanya.

Selain itu, tujuan dari kegiatan ini dalam rangka melestarikan budaya dan menumbuhkan sikap positif. Khususnya menanam kecintaan budaya generasi muda Kota Bekasi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya siap mendukung suksesnya (GNP) Art Festival. Selain mengangkat kesenian daerah dan pariwisata Kota Bekasi, juga diharapkan memberikan dampak perekonomian.

"Tari Ronggeng memliki cultural value yang tinggi, creative value dan memiliki commercial value yang tinggi. Budaya itu semakin dilestarikan semakin menyejahterakan,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya mengatakan, Festival ini telah menjadi wadah untuk memperkenalkan budaya, kesenian dan potensi wisata Kota Bekasi. 

"Inilah yang menjadi daya dorong dalam membangun pariwisata terintegrasi berbasis pelestarian budaya," kata Menpar Arief Yahya.