Tiru Kedisiplinan Orang Korea, Ahmad Mahendra Gelar Halal Bi Halal Virtual

Romi
Tiru Kedisiplinan Orang Korea, Ahmad Mahendra Gelar Halal Bi Halal Virtual
Ahmad Mahendra/ ist

Jakarta, HanTer – Suasana Idul Fitri 1441 Hijriah ternyata dimanfaatkan untuk silaturahmi dengan siapapun dengan cara virtual. Itu pula dilakukan Direktorat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) di 2020 ini yaitu Direktorat Perfilman, Musik dan Media Baru. 

Lembaga Kebudayaan baru ini dipimpin Ahmad Mahendra sebagai Direktur Perfilman, Musik dan Media baru. 
“Intinya kami fokus kepada sisi pendidikan dan industrinya,” kata Mahendra di acara Halal Bi Halal secara virtual bersama pekerja seni dan wartawan, Senin (25/5/2020). 

Acara ini dipandu oleh Yan Widjaya dan co-host Arul Muchsen dan Benny Benke selama dua jam, mulai pukul 10.00 hingga 12.30 WIB.

Dikatakan Mahendra, sisi pendidikan mencakup SDMnya. Kita bisa meniru orang Korea yang telah menyebarkan KPop ke seluruh dunia. “Kita bisa meniru kelebihan dan kedisiplinan orang Korea. Film Korea sudah berhasil menyabet Oscar, kita belum apa-apa,” ungkapnya.

Di industri, belakangan karya film anak Indonesia sudah dihargai di luar negeri. Kita kaya tenaga kerja. Sineas dari Jakarta bisa kerja sama dengan Pemda. Kita siapkan skenario yang menarik untuk kearifan lokal. “Literasi dan apresiasi di sekolah-sekolah terus ditingkatkan,” terangnya.

Sedangkan budayawan dan anggota LSF periode 2020-2024, Noorca Marendra Massardi mengemukakan, LSF terbantu dengan kerja Direktorat Perfilman yang mengkampanyekan sensor mandiri.

“Ini swa sensor. LSF  enggak lagi potong film secara enggak semena-mena. Tapi kita adakan diskusi dengan produser dan sutradaranya,” papar Noorca yang novel karyanya ‘Sekuntum Duri’ diangkat ke film.

Menanggapi akan dibukanya kembali bioskop di mal, Noorca mengatakan, bioskop wajib mengurangi kursi separuhnya dengan jarak 2 meter. Sementara Putri Ayudya, aktris, mengaku di saat pandemi C19, ada protokol syuting dan seluruh krunya harus menjalani rapid test.

“Film dan seni pertunjukan paling terdampak. Sudah 3 bulan banyak pekerja film nganggur enggak bekerja,” keluh Putri Ayudya.

Ia ingat pengalaman beberapa minggu lalu saat ia syuting film pendek sehari penuh sebanyak 6 episode di Jakarta.

“Kita syuting 6 pemain saja. Protokol kesehatan sangat ketat. Usai syuting, enggak bisa peluk-pelukan. Kita harus bisa menjaga kualitas filmnya maupun aktornya,” imbuhnya. 

“Untuk bisa bertahan dan survive, kita harus happy. Tetap kreatif dan bekerja di rumah saja,” tandas Putri Ayudya yang pernah aktif di Kementerian Sosial.

Selain tiga tokoh di atas, ikut bicara juga Djony Syafrudin ( Ketua GPBSI, gabungan perusahaan bioskop ), Anggy Umbara (sutradara ) dan H Firman Bintang (produser).
 

#Ahmad   #Mahendra   #Media   #Baru   #Musik