Gelar Show Tunggal di IMFW 2018, Anna Mariana Tampilkan Tenun & Songket Nusantara

Romi
Gelar Show Tunggal di IMFW 2018, Anna Mariana Tampilkan Tenun & Songket Nusantara
Koleksi Anna Mariana di IMFW 2018/ ist

Jakarta, HanTer - Desainer kondang Anna Mariana  berkesempatan menggelar 60 busana tenun songket nusantara dalam show tunggal. Tentu di acara bergengsi sekelas Indonesia Modest Fashion Week (IMFW).
 
Acara yang digelar pada 5 Oktober pukul 19.00 WIB ini menjadi nuansa tersendiri bagi Anna Mariana, karena mengacu pada tema utama "Eksotisme Warisan budaya Pesisir Indonesia” dengan garis mode yang sesuai judul  “Indonesia Modest Fashion Show”.
 
“Intinya saya mencoba memberikan nafas baru dengan menampilkan berbagai gaya fashion trendi namun tetap bersahabat dengan pakem hijab, yang longgar  di badan dan tidak membentuk lekuk tubuh,” kata Anna Mariana. 

Anna selama ini juga dikenal sebagai trend setter dalam modest wear yang mengedepankan   bahan tenun dan songket nusantara sebagai ciri khas  karyanya.  Pada akhirnya, busana karya Anna Mariana selalu mengesankan  fesyen anggun, berkelas dan sangat berbeda.
 
Dalam fashion show tunggal ini,  Anna menampilkan  beberapa tema design tenun dan songket kawasan pesisir. Diantaranya,   Sumatera (diwakili Aceh dan Jambi),  Jawa (songket Babe),  Kalimantan (Samarinda dan Dayak), Sulawesi (Makassar dan Gorontalo), NTB & NTT  (Sumba dan  Pahikung)  dan Bali.
 
“Saya  mengkreasikan tenun dan songket Babe dengan mengambil design bermacam icon  Betawi, seperti Ondel-ondel, Monas, ornamen Gigi Balang,” kata wanita berhijab yang pernah membawa karya diajang DC  Fashion Week, Washington DC Amerika, pada 25 Februari 2018 lalu.

Selain itu, Anna juga menampikan beragam musik dan tarian, antara lain dari Jakarta (Betawi), Bali dan Kalimantan.  “Hiburan ini tetap memperlihatkan kesenian islami. Untuk baju penari misalnya, tidak dikenakan yang ngablak-ngablak (terbuka),” kata Anna yang merupakan Founder & Designer pada butik House of Marsya.
 
Anna berharap masyarakat yang datang menonton karyanya di IMFW  bisa  mengetahui  kelebihan IMFW yang berbeda dari ajang sejenis. 

“Kelebihan IMFW  ini sekaligus memperlihatkan tenun dan songket sebagai pusaka leluhur  Indonesia juga warisan peradaban Islam. Karena tenun sudah ada sejak jaman Rasulullah SAW. Bahkan penutup Kabah Kiswah juga dihasilkan dari menenun,” tambahnya.