BPJAMSOSTEK Sosialisasi Program Lewat Pentas Seni Ketoprak

Arbi
BPJAMSOSTEK Sosialisasi Program Lewat Pentas Seni Ketoprak
Direktur Utama BPJAMSOSTEK, Agus Susanto usai menyaksikan pertunjukan Seni Budaya berjudul “Ketoprak BPJAMSOSTEK-Sinergi Dalam Harmoni Untuk Pekerja Indonesia Unggul” di Gedung Kesedian Jakarta, Senin.

Jakarta, HanTer – BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) menggelar sosialisasi program dan manfaat perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Berbeda dengan kegiatan pada umumnya, sosialisasi kali ini dilakukan lewat Pentas Seni Ketoprak.

Diselenggarakan di Gedung Kesenian Jakarta, Senin (16/12/2019) malam, pertunjukan Seni Budaya berjudul “Ketoprak BPJAMSOSTEK-Sinergi Dalam Harmoni Untuk Pekerja Indonesia Unggul” mengusung lakon Hayam Wuruk.

Kegiatan yang berlangsung dalam rangkaian Peringatan HUT ke-42 BPJAMSOSTEK ini menggandeng Himpunan Seniman “Lestari Seni Budayaku” yang merupakan kumpulan para seniman dan pemerhati keberadaan Seni Budaya Indonesia. 

“Kami mencoba melakukan sosialisasi dengan cara berbeda kepada para penikmat seni budaya ketoprak. Dalam pertunjukan ini secara tidak langsung kami melakukan sosialisasi tentang pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan melalui naskah dialog pertunjukan untuk seluruh pekerja Indonesia, termasuk pekerja-pekerja seni,” ungkap Direktur Utama BPJAMSOSTEK, Agus Susanto.

Jajaran Direksi BPJAMSOSTEK termasuk Dewan Pengawas terlibat langsung sebagai pemain dalam perhelatan ini, diantaranya Ketua Dewan Pengawas (Dewas) BPJAMSOSTEK, Guntur Witjaksono berperan sebagai pemeran utama Hayam Wuruk bersama beberapa Anggota Dewas dan Direktur Keuangan Evi Afiantin berperan sebagai Ratu Tribuana Tungga Dewi.

Selain itu turut bermain Auditor Utama Keuangan Negara, Dori Santosa;,Menteri Ketenagakerjaan Periode 2014-2019, Hanif dhakiri, dan berberapa tokoh lainnya dari Kementerian Lembaga, Pimpinan Redaksi Media dan Himpunan Pecinta Seni dan Budaya.

Lebih lanjut, Agus mengungkapkan, bahwa penyelenggaraan pertunjukan ini bertujuan untuk membangkitkan kembali kegiatan wayang orang dan ketoprak dan memberikan wadah kepada seniman untuk kembali berekspresi serta mengajak masyarakat Indonesia agar tetap peduli dan memperhatikan kelestarian seni dan budaya Indonesia.

“Dengan berkolaborasi bersama para pekerja seni kami berharap semakin banyak pekerja di lingkup seni baik pelaku ketoprak, pewayang, penyangi, penari dan lain-lain yang sadar bahwa risiko kerja dapat terjadi pada segala jenis pekerjaan kapanpun dan di manapun dan menjadikan BPJAMSOTEK sebagai sebuah kebutuhan untuk perlindungan pekerja,” pungkas Agus Susanto.