Soal Bukan Darah Indonesia, Harusnya Agnez Mo Lebih Dewasa 

Safari
Soal Bukan Darah Indonesia, Harusnya Agnez Mo Lebih Dewasa 
Agnez Mo/ ist

Jakarta, HanTer - Pernyataan penyanyi Agnez Mo atau Agnes Monica yang menyatakan tak punya darah Indonesia menjadi kontroversi. Apalagi dalam wawancara dengan Kevin Kenney di platform Youtube Build Series, Agnes Mo menyatakan dirinya berdarah Jerman, Cina, dan Jepang.

Sosiolog dari Universitas Indonesia (UI)Yophie Septiadi mengatakan, yang disampaikan Agnez Mo terkait dengan konsep minoritas dan mayoritas. Si minoritas merasa sub-ordinat. Sementara si mayoritas merasa super-ordinat.

Karakter sub-ordinat biasanya: tenang, mengalah, diam, dan tidak ingin terlalu ingin menonjol. Sedangkan karakter mayoritas, biasanya ingin menonjol dan terdepan, terlalu menggembar-gemborkan hak, aktif, dan sebagainya.

"Namun untuk Indonesia, hal seperti itu hanya berlaku dikasus - kasus tertentu, tidak semua kondisi. Contoh, bagaimana warga non-muslim atau keturunan diberikan kesempatan untuk berprestasi dibidang yang mereka miliki. Seperti: olahraga, bisnis atau perdagangan, politik, hingga seni atau  keartisan. Termasuk Agnes Monica," ujar Yophie kepada Harian Terbit, baru-baru ini.

Menurut Yophie, Agnes Monica tidak akan bisa terkenal hanya dengan mengandalkan dirinya yang berstatus agama tertentu yang dianggapnya minoritas. Padahal banyak fans darinya yang beragama Islam, dan terbanyak dari Indonesia.

Batas-batas mayoritas dan minoritas untuk Agnes Monica, khususnya dalam konsep agama hampir dikatakan tidak ada.

"Karena tidak ada larangan atau fatwa dari agama lain untuk tidak mendukung atau menolak atau membeli karya Agnes dari yang beragama lain darinya," paparnya.

Yophie menilai, pernyataan Agnes hanyalah (mungkin) spontanitas atas permasalahan pernyataan-pernyataan pihak-pihak tertentu (segelintir orang) yang kerap memunculkan isue agama untuk menjegal karier atau lawan politik.

Oleh karena itu harusnya Agnes lebih dewasa dalam membuat pernyataan untuk tidak mengabaikan fans-nya dari tanah air yang beragama mayoritas yang telah membesarkan namanya. 

"Agnes harus bisa membedakan antara kasus identitas dirinya atau karier dengan kasus pernyataan negatif pihak-pihak tertentu," jelasnya.

Yophie memaparkan sanksi KTP dan pasport Agnes dicabut tidak perlu dilakukan karena mengaku bukan orang Indonesia. Karena hukuman sosial yang diterima Agnes lebih menyakitkan."Kalau dia (Agnes) dewasa, mau dan sempat membaca tulisan ini dan dia sadar maka sudah bagus," paparnya. 
 

#Agnez   #Mo   #Lebih   #Dewasa