Subsidi Transportasi DKI Diusulkan Rp6,94 Triliun

zamzam
Subsidi Transportasi DKI Diusulkan Rp6,94 Triliun

Jakarta, HanTer - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengusulkan anggaran subsidi transportasi sebesar Rp6,94 triliun untuk tahun 2020. Usulan anggaran tersebut meningkat hampir 90 persen dari tahun 2019. Pada tahun ini jumlah anggaran subsidi transportasi sebesar Rp3,7 triliun.

Berdasarkan data Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), anggaran itu dipakai untuk subsidi MRT sebesar Rp938,59 miliar dan LRT Jakarta Rp665,07 miliar. Sisanya yang terbesar untuk subsidi Transjakarta Rp5,34 triliun.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menyatakan adanya kenaikan subsidi dalam anggaran transportasi bertujuan untuk mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. Salah satu caranya ialah dengan peremajaan dan penambahan bus.

"Adanya penambahanan bus dan kenyamaannanya akan berdampak pada penamabahan kapasitas dan antusias masyarakat," kata Syafrin Liputo di Jakarta, Jumat (11/10/2019).

Pengajuan anggaran tersebut sejalan dengan amanat dari Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Udara. Ingub itu memerintahkan kepala dinas perhubungan DKI untuk mempercepat peremajaan bus-bus tersebut.  

Pada tahun ini, anggaran PSO untuk tiga moda transportasi itu hanya Rp3,7 triliun. Rinciannya, subsidi untuk MRT Jakarta Rp672,3 miliar, LRT Jakarta Rp278,3 miliar, dan Transjakarta Rp2,76 triliun.

Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Iskandar Abubakar, menyarankan agar MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan Transjakarta kreatif mencari pendapatan lain di luar tiket atau non-farebox. Tujuannya agar bisa mengurangi beban subsidi pemerintah DKI.

Menurut Iskandar, stasiun MRT dan LRT bisa dioptimalkan sebagai tempat usaha dan beriklan.

"Masih banyak space kosong yang bisa dimanfaatkan untuk menambah pendapatan," ujarnya.