Desainer Kondang Anna Mariana Bantu Warga Lapas Lebih Kreatif 

romi
Desainer Kondang Anna Mariana Bantu Warga Lapas Lebih Kreatif 
Anna Mariana cs/ ist

Jakarta, HanTer - Perancang tenun dan songket nusantara, Prof . Dr. H. Anna Mariana, SH., MH , MBA, kagum pada kinerja Sri Puguh Budi Utami, Direktorat Jendral Pemasyarakatan (Ditjen PAS),  dalam hal menangani warga binaan pemasyarakatan perempuan yang sedang menjalani  masa pembinaan di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan).

Hal ini terungkap dalam Talk Show ‘Memandirikan” Perempuan  yang berhadapan dengan Hukum,  yang dilaksanakan oleh  Ditjen PAS dalam  dalam rangka memperingati   hari Bakti Pemasyarakatan ke 55 dan Hari Kartini 2019. 

“Semangat Ibu  Ditjen PAS sangat luar biasa dalam memberdayakan warga binaan perempuan di seluruh Indonesia. Ia berkeinginan keras,  agar semua warga binaan yang tengah menjalani hukuman  dan pembinaan dapat hidup lebih mandiri, bahkan ada  warga binaan yang bisa menyelesaikan kuliahya dari dalam,” kata Anna  Mariana, Kamis (25/4/2019).

Anna juga mengaku terkejut  ketika mengetahui warga binaan perempuan di seluruh Indonesia berjumlah 145.000 orang lebih.
“Itu terdiri dari anak-anak  bahkan bayi,” timpalnya.

Di luar itu, Anna  mengaku sangat terkesan dengan upaya Ditjen PAS  yang mengharapkan  pembinaan yang dilakukan di dalam Lapas dan Rutan, “dapat menjadi sebuah titik balik bagi kehidupan mereka untuk bangkit menjadi pribadi yang lebih baik!” kata isteri  Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha, SH., MH., MSC ini.

Untuk mewujudkan warga binaan menjadi perempuan terampil dan mandiri di tengah keterbatasan yang ada, sebagai pejuang, pelopor dan pengembang tenun dan songket,  Anna menyediakan diri  untuk membina  mereka. “Saya berniat  memberi pelatihan menenun untuk warga binaan perempuan sejak setahun lalu, tapi belum sempat terwujud,” katanya.

Anna mengaku perlu melakukan pemetaan lebih dalam sebelum memulai  rencana tersebut.  Ia juga perlu berkonsultasi lagi akan memulai kegiatan ini dari Rutan yang mana.  “Intinya yang pasti kegiatan pembinaan ini akan dimulai dari  proses produksi  menenun dan distribusinya juga akan kita bantu,” ungkap Anna 

Menurut Anna, aktivitas menenun bagi warga binaan ini bukan hanya untuk mengisi waktu luang , tapi bisa menjadi sumber pendapatan. 

“Jadi kesibukan ini bukan hanya memancing kreativitas, tapi juga memberi penghasilan dan menimbulkan semangat  hidup buat mereka,” ujar Anna  sambil mengatakan Indonesia akan memiliki Hari Tenun mulai 7 September mendatang. 
Selain Anna duduk pula sebagai nara sumber   Airin  Rachmy Diany (Walikota Tangsel), Miranda Gultom, Tri Palupi  dengan pemandu acara Anie Rachmi.
 

#Anna   #Mariana   #Lapas   #Kreatif