Pemerintah Jangan Latah Naik Turunkan Harga BBM

***
Pemerintah Jangan Latah Naik Turunkan Harga BBM
Ferdinand Hutahean

Oleh: Ferdinand Hutahaean, Dir Eksekutif Energi Watch Indonesia

Menyikapi fluktuasi harga minyak dunia yang saat ini turun cukup tajam dari harga sekitar 80 dolar per barel menjadi 60 dolar untuk jenis brent dan 52 dolar untuk jenis WTI. Ini penurunan cukup tajam namun belum menjadi sebuah sesuatu tang pasti dan stabil. Penurunan ini memang diluar prediksi terlebih memasuki musim dingin biasanya kebutuhan meningkat dan harga mengikuti naik. Tapi ini sekarang trend nya menurun. Maka perlu kewaspadaan dari pemerintah akan fouktuasi mendadak.

Kemarin penerintah melalui Kementerian ESDM menyatakan peluang menurunkan harga jual BBM memgikuti turunnya harga minyak mentah. Kami sarankan agar pemerintah menunda hal tersebut sembari melakukan evaluasi terhadap kondisi keuangan Pertamina dan kepastian stabilnya harga crude. Jangan latah dengan situasi yang belum pasti. Penurunan harga BBM juga jangan dijadikan sebagai komoditas politik. Jadi harus di evaluasi secara benar dan menyeluruh.

Dampak dari penurunan minyak mentah dan harga jual BBM tidak hanya akan beroengaruh pada sektor lain seperti listrik yang dijual PLN. Apakah PLN juga akan menurunkan harga TDL? Apalagi ini tahun politik, jangan jadikan isu energi sebagai pencitraan politik untuk menarik pemilih.

Lebih baik pemerintah melakukan evaluasi dulu dan menyehatkan pertamina dan pln atas selisih harga. Jangan latah seperti itu, dampaknya tidak signifikan pada penurunan harga dipasar tapi gejolaknya besar. Sekali lagi kami sarankan kepada pemerintah agar menyehatkan pertamina dan pln dari selisih harga atau menjadikan selisih harga itu sebagai dana cadangan ketika harga minyak mentah tiba tiba naik, sehingga pemerintah tidak perlu menaikkan harga. Ini demi kestabilan harga dipasar.

#BBM   #HargaBBM   #jokowi