Hadapi Era Revolusi Industri 4.0, Kemitraan Harus Dilakukan Agar UKM Maju

Danial
Hadapi Era Revolusi Industri 4.0, Kemitraan Harus Dilakukan Agar UKM Maju
Deputi Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM Rulli Nuryanto pada workshop dan temu bisnis nasional UMKM yang digelar Direktorat Pengabdian Masyarakat Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan tema "Mewujudkan sinergi kemitraan UMKM menuju usaha kecil yang tangguh dan berdaya saing di era revolusi industri 4.0", di Yogyakarta, Selasa (30/10/2018).

Jakarta, HanTer - Kementerian Koperasi dan UKM memberi pemahaman bahwa digital ekonomi harus diantisipasi oleh para pelaku UKM. Mereka harus memahami tekhnologi informasi, minimal bisa memanfaatkan gadgetnya untuk mengembangkan usaha sehingga bisa berdagang melalui e-commerce ataupun marketplace.

Hal itu disampaikan oleh Deputi Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM Rulli Nuryanto pada workshop dan temu bisnis nasional UMKM yang digelar Direktorat Pengabdian Masyarakat Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan tema "Mewujudkan sinergi kemitraan UMKM menuju usaha kecil yang tangguh dan berdaya saing di era revolusi industri 4.0", di Yogyakarta, Selasa (30/10/2018).

"Tema Workshop ini sangat relevan karena mengangkat tema kemitraan, karena apabila kita berbicara upaya pemberdayaan dan pengembangan koperasi dan UMKM maka salah satu langkah startegisnya adalah membangun dan mengembangkan kemitraan," kata Rulli.

Dalam konteks kegiatan kali ini, imbuhnya, kemitraan penting karena dua alasan: pertama, di era yang semakin mengglobal dewasa ini tidak ada entitas yang bisa sendirian dalam upaya survive dan berkembang. Alasan kedua berkaitan dengan era Revolusi Industri 4.0 dewasa ini yang sedang menjadi topik hangat di berbagai seminar.

"Era ini ditandai dengan perkembangan teknologi informasi yang luar biasa yang mempengaruhi berbagai segi kehidupan masyarakat termasuk selera konsumen kita. Di era ini siapa yang lincah dalam mengantisipasi perkembangan teknologi lah yang akan survive dan berkembang," papar Rulli.

Untuk itu menurutnya, kolaborasi dan kerjasama justru sangat diperlukan bagi para pelaku usaha dalam mengantisipasi dan mensiasati perkembangan teknologi informasi ini. "Daripada saling bersaing atau saling sikut lebih baik bersinergi dan bermitra untuk mendapat hasil yang lebih baik," urai Rulli.

Pemerintah, jelasnya, tentu akan selalu mendukung upaya ini melalui berbagai program kebijakan, baik dari sisi peningkatan kapasitas SDM, peningkatan produksi dan pemasaran maupun peningkatan akses pembiayaan.

Sebelumnya, Direktur Pengabdian Masyarakat UGM Irfan Swidaya Prijambada mengatakan, UGM kini telah membentuk Sub unit yang khusus menangani pengembangan UMKM dan Koperasi. Unit ini dibuat untuk memfokuskan diri pada pengembangan dan pemasaran produk UKM di era revolusi industri 4.0, yaitu revolusi yang mendekatkan pasar kepada produsen. "Ini adalah wujud Tri Dharma perguruan tinggi dalam hal pengabdian kepada masyarakat," ujarnya.

Prijambada menambahkan, pihaknya akan memanfaatkan jaringan yang dimiliki UGM, yaitu dengan pemerintah, perbankan, perbisnis besar dan masyarakat itu sendiri. Diharapkan UMKM bisa lebih tangguh dan produknya langsung dihandle dan dipasarkan.