INACA Usul Bandara Buka Layanan 24 Jam

Safari
INACA Usul Bandara Buka Layanan 24 Jam

Jakarta, HanTer - Assosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carrier Association/INACA) mengusuikan agar bandar udara membuka pelayanan lebih panjang, terutama daerah-daerah  yang menjadi tujuan wisatawan di kawasan Timur Indonesia. Sehingga ketika wisatawan mengunjungi daerah tersebut tidak mendapatkan kendala.

"Selain itu operator bandara juga harus menurunkan tarif kepada maskapai yang melayani penerbangam di malam hari. Karena harusnya terbang malam hari, tarif di bandaranya lebih murah bukan tambah mahal," ujar Ketua INACA Ari Askhara usai Rapat Umum Anggota (RUA) INACA di Jakarta, Kamis (25/10/2018) malam.

Ari menuturkan, umumnya bandara-bandara di kawasan Timur Indonesia buka hanya 12 jam yaitu tutup pada pukul 17.00. Padahal bandara-bandara yang menjadi destinasi wisata harus dibuka 24 jam, setidaknya sampai malam hari, katena banyak di antara wisatawan yang melakukan perjalanan pada malam hari.

"Garuda siap melayani penerbangan malam di  bandara-bandara yang menjadi destinasi wisata. Karena terbang malam lebih nyaman," tuturnya.

Ari menuturkan, jika bandara hanya operasi sampai pukul 17.00 maka akan banyak-penumpang terutama  wisatawan tidak terlayani dengan baik. Padahal wisatawan adalah satu di antara pemasukan untuk pendapatan asli daerah (PAD). Oleh karenanya Garuda siap dan mendukung penerbangan malam hari untuk mendukung pemasukan bagi daerah.

"Kami siap melayani penumpang untuk penerbangan malam tapi bandaranya tidak siap," paparnya.

Lebih lanjut Ari mengatakan, slot lebih longgar  di bandara-bandara utama seperti Bandara Soekarno-Hatta mulai terjadi pukul 23:00 Wib sampai pukul 04:00. Bandara ini operasi 24 jam, namun di bandara kawasan Timur Indonesia belum bisa menyesuaikannya. Oleh karenanya kebijakan pelayanan penerbangam 24 jam harus dilakukan bersama-sama dengan stakeholder terkait seperti pihak maskapai, operator bandara, navigasi dan regulator.

Bahkan untuk penerbangan internasional, pelayanan 24 jam juga harus ada kesiapan dari pihak imigrasi dan Bea Cukai. Selain itu angkutan darat, juga harus benar-benar dijamin membuka pelayanannya guna memberikan sisi keamanan para penumpang maupun calon penumpang.

"Kalau maskapai siap, bandara tidak siap juga tidak bisa, demikian juga dengan navigasi yang dikendalikan AiNav Indonesia, termasuk regulatornya," paparnya.