Kasihan JK adalah penyesalan terhadap ke Dzaliman

***
Kasihan JK adalah penyesalan terhadap ke Dzaliman
Syafril Sjofyan

Oleh: Syafril Sjofyan, Pengamat Kebijakan Publik, Aktivis Pergerakan 77-78

Dengan bangga Eks Wakil Presiden Jusuf Kalla mengisahkan momen ketika dirinya dan Presiden Jokowi “mengerjai” Rizal Ramli terkait pencopotan dari kabinet. Dalam acara dalam akun Youtube Karni Ilyas Club. Rizal Ramli saat itu mendesak alasan dirinya dicopot dari Menteri Koordinator Maritim.

Mulanya, Jusuf Kalla menceritakan Jokowi memanggil Rizal Ramli ke Istana Negara untuk menyampaikan Rizal dicopot dari kabinet. Jokowi menjelaskan kepada Rizal pencopotan ini karena ada kebutuhan. (Jokowi) Jelaskan demi kebaikan kabinet, (Rizal) akan diganti, dia menolak, apa salah saya?.

Lantaran Rizal nggak terima dan terus ngotot kenapa dia dicopot dari kabinet, akhirnya muncul niatan ngerjain Rizal. Menurut pengamatan dalam menentukan kebijakan publik sekelas istana. Tingkah laku ini  “childish” yang dilakukan oleh Presiden Jokowi dan Wapres JK kepada sekelas Menteri Koordinator. Seharusnya memberikan penjelasan yang meyakinkan, sehingga selesai dengan baik. Bukan menghindar dan malah mengerjai. Jokowi dan JK berdalih mau bicara di ruang lain. Lalu dengan diam-diam meninggalkan istana, membiarkan RR menunggu karena alasannya mau bicara diruang lain, jelas saja RR menunggu. 

Cara ngerjain Rizal kala itu, Jokowi meminta Rizal diminta menunggu sebentar di sebuah ruangan di Istana Negara. Sembari Rizal Ramli menunggu. Ini saja saja menghancurkan martabatnya sebagai salah seorang Menko. Maksud Jokowi dan JK meninggalkan Rizal Ramli secara diam-diam pergi dari istana supaya ekonom senior itu bosan dan pulang keluar Istana. 

Karena menuggu penjelasan lanjut/ karena alasan yang tidak ada dasar dan tidak jelas. Rizal Ramli dibiarkan menunggui terus Jokowi dan JK di Istana Negara. Ini bukan “mengerjai” dan juga menyangkut etika sebagai manusia, kelakukan tersebut lebih tepat kategori dzalim. sekelas Menko Rizal Ramli yang pada awalnya “dibujuk” oleh Jokowi untuk menjadi Menko demi rakyat. Ketika memberhentikan tanpa penjelasan yang memuaskan, dan “dikerjain”, sekelas karyawan perusahaan saja dibutuhkan penjelasan, dan jika tidak puas masih bisa banding. (bi partit/tri partit)
 
Selanjutnya versi JK disampaikan ke Karni Ilyas, dia teringat cara ngerjain Rizal itu, JK mengatakan merasa kasihan dengan Rizal Ramli. “Saya kasihan sampai sekarang,” kata JK mengingat momen itu. Sebenarnya ini kelakuan yang sangat memuakan setingkat istana menyelesaikan permasalahan recruiting dan mengganti menteri tidak lebih dilakukan setingkat pembantu rumah tangga saja. Bisa saja rasa kasihan JK merupakan hukuman ke dzaliman yang pernah dia lakukan.

Walahualam