UMKM Bumi Alumni Unpad Gelar Digital Fashion Show 

Safari
UMKM Bumi Alumni Unpad Gelar Digital Fashion Show 
CIMB Niaga Syariah Bank bekerjasama dengan UMKM Alumni Unpad menyelenggarakan “Digital Fashion Show”,  Kamis (29/10/2020) kemarin.

Jakarta, HanTer - Di era pandemi Covid-19 saat ini, pelaku UMKM Alumni Unpad yang bergerak di bidang fashion dituntut untuk selalu inovatif dalam memasarkan produk fashionnya.

Dengan adanya keterbatasan aktivitas orang dan perdagangan barang dan jasa akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), CIMB Niaga Syariah Bank bekerjasama dengan UMKM Alumni Unpad menyelenggarakan “Digital Fashion Show”,  Kamis (29/10/2020) kemarin.

Webinar Digital Fashion Show guna meningkatkan produktivitas UMKM dibidang Fashion di masa pandemi, menhadirkan pembicara, Marini Zumarnis selaku public figure dan pelaku UMKM dan Devi Trisna, pemilik Qirani Group dan anggota komunitas UMKM Alumni Unpad yang tergabung dalam Perkumpulan Bumi Alumni.

Moderator webinar, Dr. Dewi Tenty Septi Artiany SH MKn MH selaku Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga pada Perkumpulan Bumi Alumni. Dewi tenty atau yang dikenal dengan Teh Dete adalah penggerak dan pemerhati UMKM yang juga pernah dinobatkan sebagai 17 Perempuan Tangguh versi Women’s Obsession bersama-sama dengan ibu Negara Iriani Jokowi pada tahun 2020.

“Dengan adanya keterbatasan aktivitas orang berdampak pada berkurangnya perdagangan atau transaksi barang dan jasa, termasuk produksi fashion. Hal ini menjadikan tantangan bagi pelaku UMKM untuk memanfaatkan peluang yang ada di era pandemi ini. Secara global, banyak industri besar, seperti Zara, Nordstrom dan H&M yang terpaksa harus menutup gerai tokonya pada tahun 2020 ini. Demikian juga di Indonesia, banyak industri pakaian yang terkena dampaknya karena banyak mal dan pusat perbelanjaan yang tutup selama PSBB,” ujar Dr. Ary Zulfikar SH MH, Ketua Umum Perkumpulan Bumi Alumni yang saat ini juga sedang menjabat sebagai Direktur Eksekutif Hukum LPS mengawali Webinar dalam keynote speechnya. 

Oleh karenanya, sambung Dr. Ary, pelaku UMKM, khususnya UMKM Alumni Unpad harus dapat memanfaatkan peluang untuk mengisi pasar domestik melalui platform digital dan berfikir inovatif. Secara global, produk yang masih bertahan di era pandemi ini, adalah produk yang berbasis komunitas. Diharapkan pelaku UMKM Alumni Unpad dapat tetap memanfaatkan peluang yang ada berdasarkan potensi yang dimilikinya.

Opening remarks lainnya, Kang Lucky Harfiandi, Group Head Syariah Funding dan Biz Development CIMB Niaga Syariah juga menyatakan hal yang sama, bahwa CIMB Niaga Syariah sangat concerns terhadap pelaku UMKM, sehingga mendorong CIMB Niaga dapat bersinergi dengan Perkumpulan Bumi Alumni dalam mendorong pelaku UMKM di era pandemi ini.

Sementara Teh Dete mengawali diskusi mengatakan, pandemi menyebabkan seluruh masyarakat harus mengantisipasi diam di rumah, seluruh industri terkena dampaknya, seperti pariwisata dan berkurang-nya event-event kegiatan, salah satunya fashion show, atau pakaian-pakaian yang biasanya dipergunakan untuk pesta, baik pesta pernikahan, ulang tahun dan yang lainnya.

"Digital Fashion merupakan terobosan dimana masyarakat tetap akan terhibur dengan melihat penampilan-penampilan terbaru dari fashion dan juga pelaku fashionnya sendiri, insha allah akan mendapat manfaat dengan ditontonnya oleh masyarakat, semoga meningkatkan minat masyarakat untuk membeli," jelas Teh Dete.

Devi Trisna dengan merek “Qirani”,  mengungkapkan tipsnya bagaimana meningkatkan produktivitas vs Lockdown akibat pandemi. Devi menjaga produktivitas Qirana dengan cara mengatur cashflow yang ketat atau efisiensi, menjaga revenue dengan mendorong sales secara kreatif dan penetrasi segmen baru dan melakukan produksi sesuai dengan kebutuhan saat pandemic, seperti membuat masker segala jenis, APD, homedress. 

"Selain itu dalam jangka Panjang, pelaku UMKM juga harus melakukan adaptasi “new normal” dengan perubahan trend new style, new material yang dibutuhkan di era pandemi," ujar Devi.

Marini Zumarnis, artis yang dikenal sebagai Ibu Peri dan juga pernah membintangi sinetron lainnya, sekarang hijrah sebagai pelaku UMKM dengan merek “Mazu”. Marini menceritakan bahwa bagaimana bertahan di era pandemi. Pertama adalah harus ditekuni dengan serius dan inovatif untuk pengembangan produk. Kekuatan “branding” juga menjadi modal utama. Dengan latar belakang Marini sebagai public figure, pekerjaan untuk melakukan “branding” atas mereknya sudah terbantu paling tidak 50%-nya, sehingga Langkah selanjutnya bagaimana mempertahankan produk fashionnya. 

"Saya sangat memperhatikan detail produknya dan packagingnya. Semua produk fashionnya dikemas dalam bungkus yang cantik dan bagus untuk menambah nilai produk fashion Mazu," ujar Marini.

Dalam upaya mendukung UMKM di era pandemi, Kang Indra Sakti dari CIMB Niaga Syariah menambahkan bahwa solusi penting dalam mendukung UMKM dalam periode new normal, CIMB Niaga Syariah memiliki solusi perbankan secara cashless dan digital marketing. Sehingga pelaku UMKM dapat memanfaatkan solusi perbankan meskipun diam dirumah yang dapat mendukung aktivitas transaksi pelaku UMKM ditengah pandemi. 

"Diharapkan pelaku UMKM Bumi Alumni juga dapat menjadi bagian Haya Online Festival yang diselenggarakan oleh CIMB Niaga Syariah," ujar Kang Indra Sakti.

Webinar yang dihadiri 150 peserta ditutup dengan fashion show secara digital dari produk-produk karya UMKM Alumni Unpad yang tergabung dalam Perkumpulan Bumi Alumni.Perkumpulan Bumi Alumni adalah organisasi nirlaba yang salah satunya membantu pelaku UMKM Alumni Unpad dalam menciptakan pasar dan aspek pembinaan dan pelatihan kepada pelaku UMKM Alumni Unpad. 

Selain kegiatan webinar, pada pagi harinya Bumi Alumni juga terus menjalin kerjasama dengan Kadin Bandung dalam rangka menciptakan penguatan jejaring pemasaran dan distribusi serta platform digital.