Pancasila & Khilafah

***
Pancasila & Khilafah
Legisan Samtafsir/ ist


Oleh)  Legisan S Samtafsir 

"Hari ini 1 Oktober, kupasang kau sepenuh tiang, utk menegaskan kepada dunia bahwa Indonesia punya PANCASILA, yg lebih hebat dari kapitalisme dan sosialisme (komunisme)". 

Pancasila itu dasar negara, sekaligus prinsip hidup bernegara. Maka ia adalah prinsip2 utk menyatukan seluruh rakyat; bukan alat utk menyerang oposisi, alat utk mengebiri demokrasi, apalagi alat utk menuduh subversif. BUKAN. Pancasila adalah bintang penunjuk arah kehidupan berbangsa.

Dan luar biasanya...., Pancasila itu prinsip yg super komprehensif; bukan sekedar sila2 yg kosong; ia mengikat semua aspek kehidupan pada satu garis yg bukan cuma sangat manusiawi tapi juga terutama sangat Ilahiy. 

Karenanya, Pancasila itu ISLAMI (agamis) banget..!!! Pancasila itu pengejawantahan prinsip2 Islam dalam mengelola pemerintahan (khilafah). Atau dibalik kalimatnya, prinsip2 khilafah atau mengelola pemerintahan yg benar secara Islam itu ya PANCASILA. 

Maka Pancasila adalah jiwanya umat Islam, jiwanya bangsa Indonesia. Maka sungguh, tidak ada pertentangan sedikitpun antara Pancasila dengan Khilafah, seperti yg selama ini oknum2 itu mengebiri dan bertikai mengenai Pancasila vs Khilafah. Norak bener itu.....!!!
 
Ini bukan apriori. Ini normatif, tapi juga faktual dan kita bangsa Indonesia, bahkan dunia memerlukan Pancasila itu.

Coba lihat ya.....!!
Pancasila itu kalau diperas, menjadi 5 kata (bukan jadi trisila atau eka sila, seperti RUU HIP itu). Inti dari Pancasila ya 5 kata, yaitu Ketuhanan, Kemanusiaan, Kebangsaan, Kerakyatan dan Keadilan. 5 kata yg bulat, satu kesatuan. 

Prinsip2 kenegaraan itu dalam bahasa Inggris dikenal dengan: Spirituality (God Awareness), Humanity, Nationality, Democracy and Justice. 

Dalam prinsip2 Qur'an dikenal: Uluhiyah (iman, tauhid), Insaniyah, Sya'biyah (wathoniyah), Tasyawur (Syuro) dan al'Adl. 

Coba pahami...!!! Baca sekali lagi. Adakah yg lebih sempurna dari jalinan 5 kata itu, sebagai prinsip bernegara? Bahkan, bangsa manapun yg keluar dari 5 prinsip itu, pasti akan hancur. Artinya, kalau Indonesia saat ini belum digdaya, itu karena 5 kata itu masih diabaikan.

Maka sayang sekali, kalau Pancasila hanya dijadikan simbol, atau yg ngaco, dijadikan alat utk menuduh oposisi, atau dihadap2kan dengan khilafah. Ngawur itu.

Maka hari ini, pemerintah dan seluruh rakyat harus segera kembali menyatu dalam prinsip2 Pancasila itu. Kebijakan apapun di negeri ini, politik, ekonomi, hukum, pendidikan dan kebudayaan, harus disubordinasikan ke dalam prinsip2 itu.

Dengan begitu barulah Pancasila akan menjadi sakti. SAKTI melecut atau melepaskan (liberate) semua potensi bangsa Indonesia ini utk menjadi negara adidaya. 
Wallahu a'lam. 


Penulis: (Mhs. Program Doktor Ilmu Politik, UIN Syarief Hidayatullah, Jakarta)