Jika Harga BBM Turun, Jutaan Orang Terancam PHK

Alee
Jika Harga BBM Turun, Jutaan Orang Terancam PHK

Jakarta, HanTer - Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi), Sofyano Zakaria, menilai jika penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) akan berdampak terhadap peningkatan angka pengangguran di Indonesia.

Sofyano dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (28/5/2020) mengatakan, di tengah harga minyak dunia yang belum menentu saat ini, memang ada persyaratan agar harga BBM bisa turun, yakni sumur eksplorasi hulu dan kilang minyak di negeri ini harus ditutup semuanya.

Selain itu, lanjutnya, produksi hulu migas nasional tidak perlu dibeli PT Pertamina dan melakukan impor 100 persen kebutuhan BBM karena harga sedang murah.

"Dengan cara tersebut, harga BBM dalam negeri akan turun. Tetapi, itu tadi, jutaan orang terancam PHK, sebab jumlah pekerja pada industri hulu migas dan juga sektor pendukung, memang luar biasa besar," ujarnya.

Dia menegaskan tidak hanya Pertamina, tetapi juga KKKS lain, industri jasa pendukung, dan sejumlah sektor ikutan, semua akan terkena dampak.

Menurut dia, memang tidak mudah menurunkan harga BBM karena harga minyak masih sangat berfluktuasi, apalagi saat ini justru dalam tren yang sedang meningkat.

Menurut Sofyano, umumnya di negeri ini terbukti ketika harga bbm turun, maka tarif angkutan dan harga bahan pokok tidak ikut turun. "Tapi sebaliknya jika harga bbm naik, serta merta tarif angkutan dan harga bahan pokok ikut naik," ungkapnya.

#harga   #BBM   #pertamina   #pengangguran   #phk